Jadi Pemain Terbaik Dunia, Begini Cara Alex Ferguson Sulap Cristiano Ronaldo

Sosok yang paling berperan dalam transformasi luar biasa Cristiano Ronaldo itu tak lain manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Fergsion.

Diterbitkan 29 April 2020, 08:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Bersikap Keras

Ferguson menyadari Ronaldo memiliki potensi yang sangat besar, tapi harus ditangani dengan tepat. Meskipun bisa bertindak sebagai "ayah", tapi Ferguson juga tak ragu-ragu memberikan hairdryer treatment kepada pemain asal Portugal itu. 

Pada musim kedua Ronaldo di Old Trafford, Ferguson menyemprotnya dengan kemarahan meledak-ledak setelah Manchester United kalah dari Benfica di Liga Champions. 

Jurnalis Spanyol, Guillem Balague, menulis kisah itu di buku yang ditulisnya. Ferguson saat itu memarahi Ronaldo di depan semua pemain.

"Kamu pikir dirimu siapa? Berusaha bermain sendiri? Kamu tak akan pernah jadi apa-apa kalau seperti ini!" 

Momen tersebut disebut-sebut melecut Ronaldo untuk terus memperbaiki diri dan mengembangkan kemampuannya. 

 

4. Bikin Ronaldo Bermain Efektif.

Ronaldo tiba di Inggris sebagai winger yang suka pamer skill di lapangan, dalam menggocek bola, menguasai bola terlalu lama, dan pamer aksi lainnya. 

Meskipun trik-triknya menarik, beberapa pemain Manchester United lainnya menyebut Ronaldo menyia-nyiakan bakat. Aksi hiburan ala Ronaldo itu dinilai tidak sesuai karakter permainan MU. 

Ferguson tidak tinggal diam. Dia mengajari Ronaldo cara bermain lebih efektif dan bagaimana mengontrol bola lebih baik. Hasilnya, Ronaldo bermain lebih efektif dan lebih tajam. Setelah itu, Ronaldo melahirkan lebih banyak gol. 

 

 

5. Pengorbanan

Salah satu alasan utama Ruud van Nistelrooy dijual ke real Real Madrid karena bertikai dengan Ronaldo di kompleks latihan. 

Pemain asal Belanda itu lebih menyukai umpan-umpan silang seperti saat David Beckham masih di MU, sedangkan Ronaldo lebih kental dengan pendekatan dribel bola. Keduanya sempat adu mulut, dan Nistelrooy menyindir Ronaldo sebagai anak emas Carlos Queiros yang saat itu jadi asisten pelatih di MU. 

Ferguson tidak tinggal diam. Dia mendukung Ronaldo, serta langsung menjual Nistelrooy ke Real Madrid pada musim panas. Padahal saat itu Nistelrooy merupakan mesin gol Setan Merah.  

Ferguson tahu apa yang perlu dilakukan untuk klubnya. Dua musim berselang Ronaldo mencetak 31 gol di liga, unggul 6 gol atas raihan terbaik untuk United dalam satu musim.

Setelah itu Ronaldo dengan cepat menjelma menjadi pemain istimewa, tangguh, dan skill yang kian gemilang. 

Disadur dari: Bola.com (penulis Yus Mei, published 28/4/2020)

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Adyaksa VidiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan