Tekan Biaya Pakan, Berdikari Salurkan 5.000 Ton SBM ke Peternak Rakyat

Koperasi LPER menyatakan, melalui pengadaan soybean meal (SBM) pada tahap awal dapat menekan harga produksi telur dan ayam.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 20:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor peternakan dan pangan yakni PT Berdikari menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama Koperasi Produsen LPER untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan bahan baku pakan Soybean Meal (SBM).

Dalam MoU tahap awal ini, kedua belah pihak berkomitmen merealisasikan penyaluran SBM sebanyak 5.000 ton langsung kepada anggota peternak rakyat binaan Koperasi LPER di seluruh Indonesia.

MOU tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Koperasi LPER, H. Mulyadi Atma, dan Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi. Penandatanganan MOU tersebut turut dihadiri oleh Direktur Operasional PT Berdikari, Agung Aulia, beserta jajaran PT Berdikari dan perwakilan Koperasi LPER.

Wujudkan Ekosistem Terintegrasi melalui Koperasi

Ketua Umum Koperasi LPER Mulyadi Atma menuturkan, kerja sama ini adalah angin segar bagi peternak. Selama ini 70% biaya produksi habis untuk pakan. Dengan adanya pasokan SBM dari BUMN, rantai pasok dipangkas dan harga bisa lebih stabil.

"Ini bukti nyata negara tidak meninggalkan peternak rakyat. Dengan SBM 5.000 ton di awal ini, kami optimis harga pokok produksi telur dan ayam bisa ditekan dan peternak bisa bangkit kembali,” ujar dia dikutip dari keterangan resmi, Selasa, (18/8/2026).

Pihak BUMN menegaskan komitmennya untuk menjadi off-taker sekaligus penyedia bahan baku utama. Langkah ini adalah bagian dari program ketahanan pangan nasional berbasis koperasi.

 

Dampak Langsung Kepada Peternak UMKM

Kerja sama ini diproyeksikan berdampak langsung pada peternak. Peternak tidak lagi tergantung kepada tengkulak bahkan langsung ke anggota dan mitra koperasi.

Dengan pakan terjamin, produksi telur dan ayam ras meningkat. LPER diharapkan menjadi pusat distribusi dan penampung kebutuhan peternak UKM dan anggota.

Direktur Berdikari Agung Aulia menyatakan, pihaknya berkomitmen mengawali dari 5.000 ton ini. "Target kami adalah membangun ekosistem peternakan ayam ras yang terintegrasi dan berkeadilan,” tutur dia.

Dengan ada MoU ini, tuntutan peternak rakyat selama ini akhirnya menemukan titik terang. Negara hadir, BUMN bergerak, dan Koperasi LPER siap menjadi garda terdepan mensejahterakan anggotanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6