Perjalanan Konate di Liga Indonesia: Ditemukan Mundari Karya dan Dicap Pengkhianat oleh Aremania

Perjalanan karier Makan Konate, playmaker mumpuni dari Mali.

Diterbitkan 22 April 2020, 20:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Trofi ISL 2014 tersebut sekaligus menjadi hadiah ulang tahun ke-23 Konate yang jatuh tiga hari setelah pesta juara Persib. "Saya senang karena di usia yang baru menginjak 23 saya sudah mendapat trofi juara. Itu bagus karena ini baru tahun kedua saya bermain di Indonesia. Ketika saya memutuskan bermain ke luar negeri mengejar karir profesional saya langsung mendapat gelar juara," jelas Konate.

Saat Persib menjadi juara, Konate tampil pada 28 pertandingan. Dari jumlah itu, dia mengemas 13 gol. Konate merasa torehannya sungguh luar biasa mengingat ia berposisi sebagai gelandang.

"Saya juga senang bisa membuat 13 gol musim ini. Itu sangat bagus karena saya bukan striker," ucap Konate.

Konate sebenarnya dipertahankan Persib untuk ISL 2015. Namun, karena kompetisi berhenti, dia harus mengambil keputusan demi menyambung kariernya. Konate memilih hijrah ke Malaysia untuk bergabung dengan T-Team yang ketika itu ditangani oleh Rahmad Darmawan.

Sial bagi Konate. Saat memperkuat T Team, dia dihajar cedera lutut pada akhir 2016. Karena terancam absen lama, Konate berinisiatif untuk mengundurkan diri.

Konate memutuskan untuk rehat sepanjang 2017. Dia mencoba untuk membangun kembali reputasinya bersama Sriwijaya FC pada 2018. Setengah musim di sana, tim berjulukan Laskar Wong Kito itu diterpa krisis finansial. Alhasil, Konate harus dijual ke Arema FC.

Gabung Persebaya, Konate Dicap Pengkhianat?

Konate masih setia membela Arema FC pada Liga 1 2019. Namun, dia membuat keputusan mengejutkan pada awal tahun ini.

Diperebutkan banyak klub pada bursa transfer Shopee Liga 1 2020, Konate memilih menyebrang ke rival Arema FC, Persebaya Surabaya. Perpindahannya dianggap tepat karena tim berjulukan Bajul Ijo ini punya ambisi yang lebih besar untuk menjadi juara di musim ini.

"Konate merupakan pemain Arema FC yang dipuja dan dicintai Aremania. Tapi kalau sampai dia pindah ke Persebaya, label pengkhianat akan langsung menempel padanya," kata Aremania Korwil Klayatan, Achmad Ghozali sebelum Konate membelot ke Persebaya.

Alasan terbesar Konate menyebrang ke Persebaya disinyalir karena tawaran kontrak yang wah. Satu musim, dia dikabarkan menerima gaji hingga Rp 4 miliar.

"Kurang lebih mencapai angka itu. Bagi kami, sudah di luar batas kewajaran terkait finansial klub. Tapi bagi dua klub Liga 1 lainnya, harga itu mungkin terjangkau," terang General Manager (GM) Arema FC, Ruddy Widodo.

Catatan Soccerway sejak pertama kalinya Konate berkarier di Liga Indonesia, Dia telah membukukan 126 penampilan. Dari jumlah itu, pemain yang identik dengan nomor punggung 10 ini mengemas 54 gol.

"Mengapa saya mau kembali bermain di Indonesia setelah dari Malaysia? Pertama, Indonesia itu negara muslim. Saya lihat banyak masjid. Ke mana pun saya jalan, saya selalu melihat masjid. Di Indonesia, mau di kompetisi apa pun hingga amatir, penonton selalu ramai. Semua suporter sangat fanatik di sini," jelas Konate.

Disadur dari Bola.com (Muhammad Adiyaksa / Hendry Wibowo)

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Jonathan Pandapotan Purba, Hendry WibowoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan