Kiprah Praveen / Debby Juarai All England 2016 Tanpa Didampingi Pelatih

Menengok kembali kiprah Praveen Jordan / Debby Susanto pada All England 2016, banyak kisah menarik yang terselip.

Diterbitkan 20 April 2020, 08:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menariknya  keberhasilan tersebut diraih Praveen/Debby itu diraih tanpa didampingi pelatih mereka, Richard Mainaky. Sang pelatih terpaksa pulang ke Jakarta sebelum babak semifinal digelar, pada 11 Maret 2016.

"Anak saya sakit dan dirawat di rumah sakit. Pikiran saya tak tenang. Kondisi fisik saya juga hampir sakit selama berada di Inggris. Mungkin kondisi saya drop karena harus membagi fokus antara mendampingi atlet dan memikirkan anak yang sakit di Jakarta. Setelah berdiskusi dengan Praveen dan Debby, akhirnya saya terpaksa memutuskan untuk pulang lebih dulu ke Jakarta,” kata Richard saat itu. 

Sejak semifinal, Praveen / Debby didampingi Herry Iman Pierngadi yang aslinya merupakan pelatih nomor ganda putra. Sebetulnya ada beberapa pelatih yang bisa saja mendampingi Praveen / Debby.

Namun bukan tanpa alasan jika akhirnya Herry yang ada di tepi lapangan.

“Saya sering berdiskusi dengan Koh Herry. Kalau mendampingi atlet ke turnamen di luar negeri, kami sering sekamar dan berdiskusi. Ada sejumlah kesamaan dalam hal melatih antara saya dan Koh Herry. Alasan itu yang membuat saya yakin saat menitipkan Praveen / Debby ke dia,” ujar Richard lagi.

 

Tampil Santai dan Tenang

Apa kunci kesuksesan Praveen / Debby menyabet trofi All England 2016 meski tak didampingi pelatih mereka? Tampil santai dan tenang menjadi kunci keberhasilan pasangan Indonesia itu. 

"Kami memperlakukan final seperti pertandingan babak pertama. Kami tetap santai dan tenang," kata Debby setelah pertandingan, seperti dikutip dari situs PBSI. 

“Dari awal kami bilang ke diri kami sendiri harus main santai. Jangan anggap lagi bermain di final, tetapi tampil seperti babak-babak sebelumnya, enjoy dan keluarkan semua kemampuan,” tutur Praveen. 

Selain itu, dukungan fans juga menjadi faktor penting dari kemenangan Praveen/Debby. Peraih medali emas SEA Games 2015 tersebut mengatakan dukungan fans yang hadir di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris, membuat mereka seperti tampil di rumah sendiri.

"Kami ingin melakukan ini demi fans yang ada di sini. Terima kasih kepada suporter yang mendukung kami di sini. Sampai jumpa tahun depan," ujar Debby.

“Gelar ini juga kami persembahkan untuk keluarga di ganda campuran. Kak Richard (Mainaky), Kak Nova (Widianto) dan Koh Enroe, para pelatih kami,” tambahnya.

Praveen dan Debby mengaku sangat bangga dengan prestasi yang mereka raih di All England 2016. Keduanya tak lupa mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga mereka bisa menjadi juara.

"Kami sangat bangga bisa mengharumkan nama Indonesia. Apalagi dengan menjuarai kejuaraan bergengsi seperti All England yang awalnya cuma mimpi, tapi bisa menjadi kenyataan," kata Debby.

"Siapa sih atlet yang tak mau juara di All England yang merupakan turnamen tertua di bulutangkis? Karena itu, kami hanya bisa bersyukur bisa meraih gelar prestisius ini," ujar Praveen.

Sumber: PBSI, All England, BWF

Disadur dari Bola.com (Penulis / Editor Yus Mei Sawitri, Published 19/4/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan