Karier Luis Enrique: Anak Tiri di Real Madrid, Menemukan Cinta Bersama Barcelona

Meski menorehkan prestasi dan merasakan titel juara di Real MadridMadrid, Luis Enrique lebih dihargai dan sukses di Barcelona

Diterbitkan 08 April 2020, 10:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Dia muak dengan jari yang selalu tertuju ke arahnya, dia merasa tidak dihargai. Dia berada di antara siulan dan kritikan, dia mengaku merasa sendirian," tulis satu di antara media Spanyol terkait karier Luis Enrique di Real Madrid seperti dilansir ESPN.

Puncaknya terjadi pada tahun terakhir kontraknya, yakni musim 1995-1996. Pelatih Real Madrid pada saat itu, Jorge Valdano, jarang memberikan pemain asal Spanyol tersebut kesempatan untuk tampil. Bahkan, dia tak diikutsertakan saat Madrid menghadapi Albacete pada pekan ke-10 La Liga Spanyol, 28 Oktober 1995.

Ketika Jorge Valdano dipecat pada 22 Januari 1996 menyusul hasil buruk yang didapat Real Madrid, Luis Enrique tetap terpinggirkan dari tim inti. Bahkan, pelatih pengganti Arsenio Iglesias beberapa kali tidak mengikutsertakan Enrique.

Kekesalan Luis Enrique semakin menjadi karena permintaan kenaikan gaji dan kontrak baru tak digubris manajemen Real Madrid. Gerah dengan situasi yang dialami, pria kelahiran Gijon memutuskan untuk hengkang angkat kaki dari Santiago Bernabeu pada musim panas 1996, setelah kontraknya berakhir.

"Saya tidak bermain dan saya tidak pernah bermain. Ini mengklarifikasi masa depan saya dan saya akan berbicara dengan agen saya. Kalau begini terus saya akan banyak beristirahat sehingga saya bisa bermain sampai umur 60 atau 70!" kata Enrique seperti dilansir Goal International.

Suatu hari pada 1996 di tempat parkir Bandara Barajas, sebelah timur kota Madrid, Luis Enrique menandatangani kontrak bersama Barcelona. Kendati klub lamanya, Sporting Gijon, juga tertarik, Enrique lebih memilih menerima tawaran dari rival abdi Real Madrid tersebut.

"Waktu saya di Madrid seperti pramusim, mempersiapkan saya untuk apa yang mungkin terjadi jika saya menandatangani kontrak bersama Barcelona," ujar Enrique.

Kontradiksi Karier Luis Enrique di Barcelona

Pertama kali datang ke Camp Nou, kehadiran pria bernama lengkap Luis Enrique Martinez Garcia itu disambut skeptis oleh pendukung Barcelona. Meski begitu, dia perlahan mampu mencuri hati suporter Blaugrana.

Selama delapan musim berseragam Barca, Luis Enrique berhasil mencetak 109 gol dan 36 assist dari 301 pertandingan di seluruh ajang. Dia turut membawa Barcelona meraih tujuh titel juara, beberapa di antaranya adalah dua trofi La Liga dan dua gelar Copa del Rey.

Dari 109 gol tersebut, lima di antaranya bersarang ke gawang Real Madrid. Satu yang paling berkesan adalah ketika Barca bertandang ke Santiago Bernabeu pada pekan kesembilan La Liga 1997-1998, 1 November 1997.

Dalam laga tersebut, Luis Enrique tampil sejak menit awal. Dia berhasil membobol gawang Los Blancos pada menit ke-50. Bola hasil tendangan keras kaki kanan Enrique dari luar kotak penalti tak mampu dihalau kiper Madrid, Santiago Canizares.

Luis Enrique yang merasa tak dihargai ketika berseragam Real Madrid, langsung berlari ke arah pendukung tim tuan rumah. Dia pun melakukan selebrasi yang hampir sama ketika menjaringkan bola ke gawang Barcelona, empat tahun sebelumnya. El Barca menyudahi laga dengan skor 3-2.

"Selebrasi gol yang saya lakukan memperlihatkan dengan jelas seberapa besar keinginan saya mencetak gol di sini. Bukan hanya kami yang memimpin, tetapi saya mencetak gol di sini, di Bernabeu," tutur Enrique terkait selebrasi golnya ke gawang Madrid.

Bersama Los Cules, Enrique merasa sangat nyaman. Dia merasa seperti berada di keluarga, kontras ketika lima musim berseragam Real Madrid.

"Set

iap kali saya melihat diri saya di poster atau di televisi, saya merasa saya terlihat aneh dengan jersey putih (Real Madrid). Saya mengenali diri saya dalam jersey putih. Saya merasa warna biru dan merah (Barcelona) lebih cocok untuk saya," ujar Enrique.

"Saya beruntung. Saya merasa betah di Barcelona, pada kenyataannya, itu telah menjadi rumah saya, tidak seperti di Madrid," ucap Luis Enrique.

Sumber: ESPN, Goal International, Transfermarkt

Disadur dari Bola.com (Penulis Rizki Hidayat / Editor Yus Mei Sawitri, Published 8/4/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rizki Hidayat, Bogi Triyadi, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan