Namun, penelitian juga mengungkapkan bahwa tidak semua gejala diare dapat diasosiasikan pada infeksi virus corona covid-19. Akan tetapi, hal ini perlu juga diwaspadai.
Dilansir pada situs Liputan6, penelitian yang dirilis pada tangga 18 Maret 2020 dalam The American Journal of Gastroenterology mengungkapkan bahwa sekitar 200 pasien terinfeksi virus corona covid-19 di tiga rumah sakit Wuhan, China, 50 persen di antaranya menunjukkan gejala masalah pencernaan. Sementara itu, 18 persen lainnya melaporkan terjadi gejala diare, muntah, dan sakit perut pada pasien dengan riwayat penyakit berat.
4. Gangguan Pencernaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3084605/original/037562900_1585041437-3-penyakit-yang-ditandai-dengan-sakit-perut-bagian-bawah-halodoc.jpg)
Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Union, Tongji Medical College di Wuhan terhadap pasien yang terinfeksi virus corona dengan riwayat penyakit ringan menunjukkan bahwa 20 persen mengalami diare pada awal gejala dan 58 persen mengalami diare.
Dalam penelitian tersebut menyebutkan bahwa diare yang dialami pasien berlangsung dalam kurun waktu satu hingga 14 hari dengan rata-rata sebanyak lima hari.
Sementara itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sepertiga pasien yang mengalami gejala pencernaan ini tidak memiliki demam sebagai gejala terinfeksi COVID-19.
5. Gangguan Pernapasan
Penelitian lebih lanjut menyatakan bahwa pasien dengan gejala gangguan pencernaan cenderung lebih lambat untuk mencari pertolongan medis daripada pasien yang memiliki gejala gangguan pernapasan.
Pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona dengan gejala gangguan pencernaan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membuang virus corona covid-19 dari tubuh mereka yakni rata-rata 41 hari.
Akibatnya, orang yang memiliki gejala gangguan pencernaan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk memiliki virus corona baru yang terdeteksi dalam tinja. Berkisar pada angka 73 persen, angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan orang yang hanya memiliki gejala gangguan pernapasan.
Dalam hal ini, peneliti menekankan bahwa terdapat data yang menunjukkan namun tidak mengonfirmasi bahwa virus corona covid-19 dapat menginfeksi sistem pencernaan pada orang yang terinfeksi.
Maka, seseorang yang memiliki gejala gangguan pencernaan dapat dicurigai terinfeksi virus corona covid-19 setelah terjadi kontak dengan pasien positif infeksi virus.
Sementara itu, penelitian tersebut merekomendasikan agar dilakukannya tes dengan menggunakan sampel pernapasan dan tinja untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh manusia.
Sumber: Berbagai sumber
Disadur dari: Liputan6.com (Mardella Savitri Murtisari/Nanang Fachrudin, published 2/4/2020)
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3174923/original/042066000_1594279013-backfill-HL2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958108/original/084997400_1727840128-20241002-Topan_Kraton-AFP_5.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Buku dari Warga untuk Warga di HUT Jakarta](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/EyKU3eLgkKpcPpD5ZVoZieqU4Qo=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583700/original/080762500_1782546052-Prof_Tjandra_Yoga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303352/original/055143700_1782168148-Sidang_kasus_korupsi_wastafel_Covid-19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3910505/original/020707300_1642741792-20220121-FOTO---BERBAGI-SAYURAN-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579807/original/001907400_1778075970-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421566/original/097314800_1763950193-WhatsApp_Image_2025-11-24_at_09.07.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3334658/original/040696600_1609125218-martin-sanchez-Tzoe6VCvQYg-unsplash.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 75 Mutasi Varian Baru COVID-19 Cicada](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/reSd7PVafZjUwHScr4SWjBnOLrk=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542694/original/067258800_1774950743-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_3.38.47_PM.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Varian Baru Lagi COVID-19, Kini BA.3.2 'Cicada' dan Sudah Masuk Variant Under Monitoring](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/qRruizMJKhQEA4WLv378Rz_SNKw=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541266/original/050683200_1774856802-WhatsApp_Image_2026-03-30_at_14.26.27.jpeg)