Sukses

Shopee Liga 1 2020: Klub Tak Ada Pemasukan, 2 Striker Naturalisasi Rela Potong Gaji

Jakarta - Shopee Liga 1 2020 harus terhenti karena pandemi virus corona covid-19. Dua striker naturalisasi, Beto Goncalves dan Osas Saha pun rela bila gajinya dipotong oleh klub.

"Kami harus mengerti, karena bukan salah manajemen. Seluruh dunia juga merasakan situasi sulit ini. Saya tidak tahu pemain lain setuju atau atau tidak. Tapi kita harus jujur, tim memang tak ada pemasukan," ujar pemain yang karib dipanggil Beto tersebut.

PSSI mengambil langkah mengejutkan di setelah Shopee Liga 1 2020 dihentikan dengan status force majeure. Induk sepak bola Indonesia itu mempersilakan setiap tim untuk mengurangi beban finansial dengan cara memotong gaji para pemain.

Khusus periode Maret-Juni 2020, para peserta Shopee Liga 1 2020 tidak dilarang membayar gaji para pemain maksimal 25 persen. 

Beto Goncalves menilai keputusan tersebut tepat di tengah krisis yang menimpa seluruh dunia ini.

"Kami harus rasional. Masa tidak kerja mau dibayar, tidak mungkin tim mau rugi. Yang kami bisa saat ini adalah berdoa agar situasi ini cepat selesai," jelas pemain berusia 39 tahun ini.

2 dari 2 halaman

Osas Saha: Demi Klub

Aturan pemotongan gaji untuk para pemain Shopee Liga 1 juga disambut baik oleh Osas Saha. Penyerang naturalisasi berdarah Nigeria kepunyaan PSM Makassar ini mengaku mengerti dengan situasi bahwa setiap klub minim pemasukan.

Paling cepat, Shopee Liga 1 2020 bisa kembali berputar pada Juli 2020. Jika pandemi virus corona tidak kunjung berkurang, maka kompetisi terancam dibatalkan.

"Tentu kalau sudah tiga sampai empat bulan kompetisi berhenti, manajemen pasti mengurangi gaji. Saya sebagai pemain tidak mempermasalahkannya," tutur Osas.

"Sebab, ini kebijakan manajemen dan pasti demi keberlangsungan tim. Tapi, saya berharap situasi ini segera berlalu agar kompetisi kembali bisa diputar," imbuh pemain berusia 33 tahun itu.

Disadur dari: Bola.com (penulis M Adiyaksa, editor Wiwig, published 29/3/2020)