Sukses

Seperti Inilah Respon Menpora Terkait Masalah Penundaan Olimpiade Tokyo 2020

Liputan6.com, Jakarta Olimpiade Tokyo 2020 sudah dinyatakan ditunda dan akan dilaksanakan tahun 2021. Lantas bagaimana tanggapan Menpora Zainudin Amali terkait penundaan ajang olahraga terbesar dunia tersebut ?     
 
Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali mengatakan pihaknya tentu menerima keputusan ini dari IOC yang memiliki otoritas tertinggi tentang pelaksanaan olimpiade dan itu hasil pembicaraan dari Perdana Menteri Jepang dan Presiden IOC Thomas Bach.
 
"Kita berharap dengan penundaan ini maka negara-negara peserta tentu sudah mengetahui termasuk kita, dan untuk cabang-cabang yang kita persiapkan baik yang sudah lolos maupun yang harua mengikuti beberapa kegiatan kompetisi otomatis berhenti dan kita menunggu tahun 2021," katanya.
 
Perubahan jadwal Olimpiade Tokyo membuat tahun 2021 akan menjadi tahun tersibuk bagi olahraga Indonesia.
 
"Memang bagi kita Indonesia memang agak berat ini karena di tahun 2021 di dalam negeri ada pelaksanaan Piala Dunia U-20 tahun 2021, dan juga kita akan mengikuti SEA Games di Vietnam 2021 berbarengan dengan itu kita juga harus mempersiapkan diri mengikuti Olimpiade 2021 tahun 2021 itu adalah tahun tersibuk buat olahraga Indonesia," tambahnya.
 
Menpora optimisi bangsa Indonesia bisa menjalankan dengan baik, meskipun harus menghadapi pembengkakan anggaran.
 
"Tetapi saya masih optimis bahwa kita bisa mengikuti semuanya itu dengan baik, ya memang ini bersekuensi terhadap pembengkakan anggaran kita yang harusnya sudah selesai tahun 2020 ini tetapi karena ditunda maka pelatnas walaupun intenaitasnya tidak terlalu tinggi lagi sebagaimana kita dekat-dekat Olimpiade Tokyo 2020 ini tetapi kita harus melakukan pelatihan jangka panjang untuk kegiatan-kegiatan yang akan kita hadapi kedepan itu," jelasnya.
 
Dampak pademi corona, pelatnas pun tidak segencar tahun-tahun sebelumnya. Beberapa rencana try out ke luar negeri harus dibatalkan atau diundur.
 
"Kemudian juga untuk latihan-latihan yang mengundang tim-tim luar negeri juga terpaksa harus kita tiadakan, dan sekarang ini para pelatih hanya menjaga kebugaran para atlet supaya tidak terlalu drop. Jadi di tengah-tengah pandemi Corona ini pelatnas harus tetap berjalan walaupun slow down dan kita harapkan tidak terlalu berpengaruh terhadap persiapan para atlet kita," ujar Menteri kelahiran Gorontalo ini.  
 
"Sekali lagi saya berharap dukungan kita semua terhadap keputusan dari IOC ini akan menjadi pegangan bagi kita semua. Tentu saya akan bicara dengan NOC Indonesia, CdM bagaimana membuat perencanaan-perencanaan selanjutnya untuk persiapan kita di even-even kedepan," katanya.