:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/879269/original/018421500_1431946746-Imelda_Wiguna1_badmintonindonesia_org.jpg)
Hattrick Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1320398/original/021130900_1471459731-000_DV1684414.jpg)
Bicara perihal ganda campuran Indonesia dalam sepanjang sejarah All England, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merupakan pasangan paling sukses. Keduanya berhasil mempersembahkan tiga gelar juara All England secara berturut-turut, mulai tahun 2012 hingga 2014.
Ketika menjuarai All England 2012, Tontowi/Liliyana berhasil mengakhiri puasa gelar sektor ganda campuran di All England yang bertahan hingga 33 tahun. Pasangan Indonesia yang karib disapa Owi/Butet itu berhasil mengalahkan pasangan asal Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl, dengan dua gim langsung 21-17 dan 21-19 di pertandingan final.
Keberhasilan tersebut berlanjut ke All England 2013. Tontowi/Liliyana kembali berhasil menjadi juara untuk kedua kalinya secara beruntun.
Sempat mengalahkan sesama ganda campuran Indonesia, Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadeth, pada pertandingan semifinal, Owi/Butet memastikan gelar juara All England kedua setelah mengalahkan pasangan China, Zhang Nan/Zhao Yunlei, dengan dua gim langsung, 21-13 dan 21-17.
Rupanya, takdir mempertemukan kedua finalis All England 2013 itu lagi di final All England 2014. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kembali berhadapan dengan Zhang Nan/Zhao Yunlei di partai final.
Entah kebetulan atau memang takdir yang manis, final satu tahun sebelumnya seperti terulang. Owi/Butet kembali berhasil mengalahkan Zhang Nan/Zhao Yunlei. Tidak hanya itu, skor kemenangan di partai final itu pun sama persis, 21-13 dan 21-17.
Satu hal yang menarik lainnya, takdir berlanjut ke final All England 2015, di mana Owi/Butet kembali dipertemukan dengan Zhang Nan/Zhao Yunlei di partai final.
Namun, kali ini pasangan China itu seperti sudah menghafal permainan Owi/Butet setelah dua pertemuan di final sebelumnya. Owi/Butet kali ini kalah dua gim langsung, 10-21 dan 10-21.
Kesuksesan Praveen Jordan dengan 2 Pasangan Berbeda
Praveen Jordan menjadi satu-satunya atlet bulu tangkis Indonesia yang merasakan dua kali juara di sektor ganda campuran All England dengan dua pasangan yang berbeda. Keberhasilan Praveen ini diraih pada 2016 bersama Debby Susanto dan yang terkini pada 2020, bersama Melati Daeva Oktavianti.
Kesuksesan Praveen/Debby menjadi juara ganda campuran All England 2016 cukup menarik. Ketika Tontowi/Liliyana harus tersingkir di perempat final, Praveen/Debby melangkah jauh.
Bahkan di semifinal, Praveen/Debby harus bertemu dengan musuh bebuyutan Owi/Butet, di tiga final All England sebelumnya, Zhang nan/Zhao Yunlei, yang juga berstatus sebagai juara bertahan.
Praven/Debby dengan meyakinkan mampu mengalahkan pasangan asal China itu dengan dua gim langsung, 21-15 dan 21-10. Kemenangan itu seakan membuka jalan besar bagi pasangan Indonesia tersebut untuk menjadi juara.
Pada pertandingan final, Praveen/Debby menghadapi pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, dengan kemenangan dua gim langsung, 21-12 dan 21-17.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1169697/original/045849900_1457884877-debby.jpg)
Keberhasilan Praveen/Debby itu menjadi yang terakhir bagi Debby. Meski keduanya masih tetap berpasangan hingga All England 2018, Praveen/Debby tidak pernah lagi menembus semifinal dalam dua edisi setelah menjadi juara.
Praveen kemudian berganti pasangan dengan Melati Daeva Oktavianti, seiring keputusan pensiun yang diambil Debby Susanto pada 2019. Namun, chemistry Praveen/Melati cukup cepat terbentuk, meski tidak konsisten.
Bicara All England, Praveen/Melati langsung mencapai semifinal pada edisi pertama keduanya berpasangan, yaitu All England 2019. Praveen/Melati mampu mencapai semifinal All England 2019.
Pada babak empat besar itu, Praveen/Melati harus menjalani perlawanan ketat dari pasangan China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Meski berhasil memenangi gim pertama, Praveen/Melati akhirnya kalah 21-13, 20-22, dan 13-21.
Namun, satu tahun setelah itu, Praveen/Melati mampu membuktikan diri menjadi yang terbaik di All England 2020. Dalam perjalanannya sejak babak pertama All England 2020, Praveen/Debby selalu menghadapi lawan dari negara yang berbeda, mulai Chinese Taipei, Malaysia, China, Inggris, hingga menghadapi pasangan Thailand di partai final.
Melalui pertandingan yang alot dan dramatis menghadapi Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, Praveen/Melati mampu meraih kemenangan setelah melalui tiga gim, dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-8.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3077347/original/009936700_1584330820-Praveen_Melati_All_england_01.jpg)
Â
Disadur dari: Bola.com (Penulis: Benediktus Gerendo Pradigdo/Editor: Benediktus Gerendo Pradigdo, published 16/3/2020)
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3077356/original/015448800_1584331027-Praveen_Melati_All_england_03.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524290/original/036786900_1772931449-WhatsApp_Image_2026-03-08_at_07.18.40.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524287/original/077449300_1772931173-WhatsApp_Image_2026-03-08_at_07.19.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523449/original/067140600_1772832983-WhatsApp_Image_2026-03-07_at_02.46.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523442/original/078130400_1772830984-WhatsApp_Image_2026-03-07_at_02.36.16.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523396/original/050086900_1772810133-WhatsApp_Image_2026-03-06_at_20.28.24.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523363/original/081606200_1772806382-WhatsApp_Image_2026-03-06_at_20.15.52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523354/original/098154800_1772804086-WhatsApp_Image_2026-03-06_at_20.09.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523298/original/050717100_1772800659-WhatsApp_Image_2026-03-06_at_19.20.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523128/original/036497600_1772791183-WhatsApp_Image_2026-03-05_at_19.38.04.jpeg)