Liputan6.com, Jakarta- Jenis sayuran yang bagus dan berguna bagi penderita diabetes tentunya perlu diperhatikan. Apalagi, penderita diabetes harus bisa mengatur pola makan guna mengendalikan kadar gula darahnya. Karena itu, salah satu yang dianjurkan adalah memperbanyak konsumsi sayuran.
Kunci penting pengaturan makan yang efektif bagi penderita diabetes adalah dengan memperbanyak konsumsi sayuran dan mengurangi korbohidrat seperti roti putih atau camilan manis.
Penderita diabetes harus menyertakan serat dan protein dalam dalam menu makanannya. Sayuran berdaun hijau gelap diketahui tinggi serat, protein, serta nutrisi vital lainnya. Serat dapat membantu mengontrol kadar glukosa.
Jenis sayuran yang baik untuk penderita diabetes adalah yang mengandung indeks glikemik rendah, tinggi akan serat, atau mengandung tinggi nitrat yang dapat menurunkan tekanan darah.
Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (28/2/2020) beberapa jenis sayuran yang baik untuk penderita diabetes.
Sayuran yang Indeks Glikemiknya Rendah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1643503/original/022361800_1499597085-20-Fakta-Menarik-Tentang-Penyakit-Diabetes.jpg)
Jenis sayuran yang baik untuk penderita diabetes yang pertama adalah sayuran yang indeks glikemiknya rendah. Angka atau peringkat indeks glikemik suatu makanan menunjukkan seberapa cepat tubuh menyerap glukosa dari makanan.
Tubuh menyerap gula darah lebih cepat dari makanan dengan indeks glikemik tinggi dibandingkan dengan rendah. Karenanya, sayuran yang dikonsumsi penderita diabetes, indeks glikemiknya harus rendah agar tak terjadi lonjakan gula darah.
Sebagai jenis sayuran yang baik untuk penderita diabetes, inilah beberapa jenis sayuran dengan indeks glikemik rendah adalah, kacang polong (indeks glikemik 39), wortel (indek glikemik 41 ketika direbus, 16 jika mentah), brokoli (indeks glikemik10), dan tomat (indeks glikemik 15). Indeks glikemik dianggap rendah bila angkanya di bawah 55.
Sayuran lainnya yang juga aman untuk penderita diabetes termasuk artichoke, asparagus, kembang kol, buncis, selada, terong, cabai, kacang kapri, bayam, seledri.
Sayuran Kaya Protein
Jenis sayuran yang baik untuk penderita diabetes selanjutnya adalah sayuran kaya protein. Jenis sayuran yang kandungan proteinnya lebih tinggi antara lain bayam, pakcoy, asparagus, mustard greens (sejenis kale dan sawi), brokoli dan kembang kol.
Makanan kaya protein membantu kamu kenyang lebih lama, sehingga mengurangi keinginan untuk ngemil di antara waktu makan. Untuk rekomendasi protein yang tepat, kamu dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/822614/original/080039600_1425549822-Diabetes-150306.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535733/original/082596800_1774102967-BTS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293528/original/019700700_1783732096-spa11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261548/original/054938700_1781743858-ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264044/original/048184800_1782061399-063_2282635876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8338665/original/048602300_1782210505-Stale_Solbakken.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288624/original/094450800_1783327932-000_B9C996W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293466/original/077963300_1783718956-063_2285564351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293456/original/054507100_1783717417-000_B9W36UY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288377/original/037473300_1783315734-Prof._dr._Dante_Saksono_Harbuwono__Sp.PD-KEMD__Ph.D.__Ketua_Himpunan_Studi_Obesitas_Indonesia__HISOBI___3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288493/original/024813600_1783322938-Ketua_Umum_Perkumpulan_Endokrinologi_Indonesia__PERKENI___Prof._Dr._dr._Em_Yunir__SpPD-KEMD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288433/original/030467000_1783320482-Ketua_Umum_Perkumpulan_Endokrinologi_Indonesia__PERKENI___Prof._Dr._dr._Em_Yunir__SpPD-KEMD___1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7819898/original/018958300_1780638389-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_11.47.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5316397/original/020807400_1755234533-chang-duong-nDi4YTMKP-g-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287182/original/043176500_1783183770-Taruna_Ikrar_Kepala_BPOM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287181/original/025176300_1783183769-Kepala_BPOM_RI_Taruna_Ikrar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4530706/original/009647400_1691500098-diana-polekhina-k8lvbvqCc6w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420123/original/084579900_1763722576-Em_Yunir.jpeg)