10 Catatan Menarik usai Putaran Grup Liga Champions Musim Ini

Berikut statistik menarik menyusul berakhirnya fase grup Liga Champions musim ini.

Diterbitkan 15 Desember 2019, 05:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

4. Erling Haaland Cetak 7 Gol dalam 4 Pertandingan

Erling Haaland baru musim ini bermain di Liga Champions. Kendati demikian, Haaland langsung menorehkan catatan apik.

Pemain asal Norwegia itu mampu mencetak 7 tujuh gol dalam empat pertandingan awal di Liga Champions. Total hingga matchday terakhir Haaland mencetak 8 gol dari enam pertandingan.

5. Claudio Bravo Jadi Kiper Pengganti Pertama yang Diusir Wasit

Mantan kiper Barcelona, Claudio Bravo, mengukir rekor unik saat bermain di Liga Champions. Bravo masuk dari bangku cadangan untuk menggantikan Ederson Moraes yang mengalami cedera.

Namun, nasib nahas dialami Bravo saat pertandingan berlangsung. Bravo dianggap melanggar winger Atalanta, Jose Ilicic.

Bravo langsung mendapat kartu merah. Menariknya, kekosongan penjaga gawang justru langsung diisi bek, Kyle Walker, karena Manchester City hanya membawa dua kiper.

Kejadian tersebut membuat Claudio Bravo menjadi kiper pengganti pertama yang diusir wasit.

6. Robert Lewandowski Catatkan Quattrick Tercepat di Liga Champions

Pemain Bayern Munchen, Robert Lewandowski, terus memecahkan rekor musim ini. Lewandowski menjadi satu di antara tiga pemain yang mencetak gol dalam empat laga awal di Liga Champions.

Tak hanya itu, Lewandowski menjadi pemain yang mampu mencetak empat gol hanya dalam empat menit. Catatan apik tersebut ia torehkan saat Die Rotten bertemu Crvena Zvezda pada matchday 5 Liga Champions 2019-2020.

7. Lionel Messi Cetak Gol Melawan 34 Klub Berbeda di Liga Champions

Lionel Messi mencetak rekor baru saat bermain di Liga Champions. Satu gol ke gawang tim asal Bundesliga, Borussia Dortmund, membuat masuk dalam 47 gol pada 34 penampilan fase grup di markas Barcelona. Selain itu, Lionel Messi sanggup mencetak gol ke gawang 34 tim berbeda di panggung Liga Champions.

Tak hanya itu, Lionel Messi mencetak sejarah dalam jumlah pertandingan. Saat ini, Lionel Messi sudah merasakan 700 pertandingan bersama Barcelona.

8. Ansu Fati Jadi Pencetak Gol Termuda di Liga Champions

Wonderkid Barcelona, Ansu Fati, jadi pembicaraan pada laga terakhir fase grup Liga Champions 2019-2020. Dalam laga tersebut, Fati menyumbang satu gol saat Barcelona sukses mengalahkan Inter Milan 2-1, Rabu (11/12/2019) di Stadion Giuseppe Meazza.

Fati mencatatkan namanya di papan skor saat babak kedua tersisa empat menit. Saat Gol kemenangan tersebut membuat Inter Milan gagal lolos ke babak 16 besar Liga Champions.

Selain membuat La Beneamata tersisih, gol Fati tersebut sangat spesial. Pemain berkebangsaan Spanyol itu berhasil memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang mencetak gol di Liga Champions.

Saat membuat gol tersebut, Ansu Fati baru berusia 17 tahun dan 40 hari. Rekor sebelumnya dipegang oleh Peter Ofori-Quaye yang berumur 17 tahun dan 194 hari ketika membuat gol pada 1997.

9. Atalanta Jadi Tim Pertama yang Lolos ke 16 Besar Setelah Kalah dalam 3 Laga Awal

Atalanta menjadi satu di antara klub debutan di Liga Champions 2019-2020. Kendati demikian, Atalanta secara mengejutkan mampu lolos ke babak fase knockout.

Menariknya, Atalanta pada tiga pertandingan awal mengalami kekalahan. Atalanta masing-masing kalah dari Dinamo Zagreb (0-4), Shakhtar Donetsk (1-2), dan Manchester City dengan skor 1-5.

Hingga matchday terakhir, Atalanta total mengumpulkan 7 poin, dari hasil dua kali menang dan satu kali imbang.

Kondisi tersebut membuat Atalanta menjadi klub pertama yang lolos ke babak 16 besar setelah mengalami kekalahan dalam tiga laga awal.

10. Bayern Munchen Catatkan Selisih Gol Terbaik

Bayern Munchen berhasil menyapu bersih enam pertandingan di babak fase grup Liga Champions 2019-2020. Bayern Munchen menjadi klub keenam yang mampu meraih semua kemenangan selama fase grup.

Enam klub yang pernah meraih nilai sempurna pada fase grup antara lain AC Milan (1992-93), Paris Saint-Germain (1994-95), Spartak Moscow (1995-96), Barcelona (2002-03), dan Real Madrid (2011-12 dan 2014-15). Tak hanya itu, Die Rotten menghasilkan selisih gol terbaik, yakni +19 dan masuk satu di antara yang terbaik sepanjang sejarah.

 

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Faozan Tri Nugroho/Editor: Yus Mei Sawitri, published 13/12/2019)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Faozan Tri Nugroho, Harley Ikhsan, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan