4 Alasan Mengapa MU Bisa Akhiri Musim di Zona Liga Champions

Perjuangan MU dalam bersaing di Premier League tidak akan semakin mudah. Mereka masih berpeluang dapatkan tiket Liga Champions karena beberapa alasan.

Diterbitkan 26 Oktober 2019, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Solskjaer telah melakukan kesalahan dengan melepas dua penyerang, yaitu Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez pada musim panas ini. Bahkan, Manajer asal Norwegia tersebut tidak mencari pengganti untuk mengisi kekosongan posisi dari kedua pemain tersebut.

Pertandingan kontra Liverpool menjadi titik balik bagi lini serang Manchester United. Solskjaer dapat memanfaatkan kecepatan yang dimiliki Marcus Rashford dalam membongkar pertahanan tim lawan.

Apalagi, para pilar penting Manchester United telah pulih dari cedera. Salah satu solusi terbaik adalah memainkan kuartet Rashford, Martial, James, dan Pogba bersama-sama sejak menit awal. Komposisi tersebut dianggap cukup mematikan bagi lini pertahanan lawan.

Membaiknya pertahanan The Red Devils

Salah satu penyebab Manchester United tidak lolos ke Liga Champions musim ini karena kobobolan cukup banyak di Premier League musim lalu. Melihat hal itu, Manchester United langsung membeli dua bek tangguh pada musim panas ini.

Manchester United telah membeli Aaron Wan-Bissaka dan Harry Maguire untuk mengisi pos pertahanan pada musim panas ini. The Red Devils mendatangkan kedua pemain tersebut dengan mahar 142 juta euro.

Investasi di lini bertahan Manchester United terbukti jitu. Hingga pekan kesembilan, Manchester United hanya kebobolan sembilan gol. Dibandingkan dengan musim lalu, tim Setan Merah telah kebobolan 54 gol, atau dengan rata-rata kemasukan 1,42 gol perlaga.

Masalah Klub Rival

UEFA memberikan empat tiket Liga Champions untuk peserta Premier League. Namun, dua slot tersebut sepertinya sudah menjadi miliki Manchester City dan Liverpool yang tampil dominan pada dua musim terakhir di Premier League.

Sekarang, dua slot tersisa masih harus diperebutkan oleh beberapa tim yang tampil di papan atas klasemen Premier League. Namun, tim-tim tersebut memiliki berbagai macam permasalahan yang sedang dialami.

Baik Chelsea dan Arsenal, kedua tim tersebut cukup kuat dalam hal menyerang. Tetapi, kedua tim asal London tersebut memiliki permasalahan yang sama dalam hal bertahan. Chelsea masih mengalami masalah dalam antisipasi bola mati, sedangkan Arsenal memiliki masalah dalam menentukan komposisi lini belakang.

Sementara itu, Tottenham Hotspur juga memiliki permasalahan dalam segi manajerial. Beberapa pemain terlihat tidak betah berlama-lama di skuat The Lilywhites, salah satunya adalah Christian Eriksen. Hal ini yang menyebabkan kondisi di ruang ganti Spurs tidak kondusif dan membuat performa tim tidak maksimal.

Dan yang terakhir adalah Leicester City dan Crystal Palace. Kedua tim tersebut dengan mengejutkan mampu menembus papan atas Premier League hingga saat ini. Namun, kedua tim memiliki permasalahan dalam kedalaman skuat. Jomplangnya antara pemain di tim utama dengan pemain cadangan menjadi penyebab kedua tim tersebut akan terlempar dari perebutan zona Liga Champions dalam waktu dekat ini. (Bola.com/Tegar Juel)

 

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Aditya Wicaksono/Editor: Rizki Hidayat, published 26/10/2019)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aditya Wicaksono, Achmad Yani Yustiawan, Rizki HidayatTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan