Kelebihan dan Kekurangan 5 Pemain Sayap Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy memanggil lima pemain sayap untuk pemusatan latihan menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Diterbitkan 21 Agustus 2019, 13:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy memanggil lima pemain sayap untuk pemusatan latihan (training centre) putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022. Hal inidilakukan karena melimpahnya jumlah pemain sayap berkualitas di Indonesia.

Lima pemain sayap yang dipanggil Timnas Indonesia adalah Andik Vermansah, Irfan Jaya, Febri Hariyadi, Greg Nwokolo, dan Irfan Bachdim.

Tiga nama pertama adalah gelandang sayap murni. Sementara Greg dan Irfan, merupakan penyerang yang lihai bermain di tepi lapangan.

Dalam pertandingan terakhir Timnas Indonesia, ketika beruji coba melawan Vanuatu pada 15 Juni 2019, Simon McMenemy memainkan formasi 4-4-2. Dua pemain sayap yang dipasang ialah Andik dan Riko Simanjuntak, yang kali ini tidak dipanggil.

Pada uji coba itu, Timnas Indonesia berhasil berpesta enam gol tanpa balas. Alberto Goncalves mencetak empat gol ditamban dua gol via Evan Dimas Darmono.

Berikut kelebihan dan kekurangan para pemain sayap di Timnas Indonesia:

Andik Vermansah

Andik Vermansah adalah satu di antara pemain kesayangan Simon McMenemy di Timnas Indonesia. Gelandang asal Madura United itu selalu dipercaya untuk turun bertanding.

Andik adalah pilihan pertama pelatih Dejan Antonic di Madura United. Begitu pula di Timnas Indonesia. McMenemy memainkannya dalam tiga laga terakhir.

Penampilan terakhir Andik bersama Timnas Indonesia begitu impresif. Saat tim berjulukan Skuat Garuda itu berpesta enam gol tanpa balas, eks Selangor FA itu mencatatkan empat assists.

Irfan Jaya

Irfan Jaya sedang dalam penampilan terbaik bersama Persebaya Surabaya di Shopee Liga 1 2019. Dari 13 pertandingan, pemain berusia 23 tahun itu mampu membukukan lima gol.

Irfan Jaya kembali dipanggil ke Timnas Indonesia setelah absen pada dua pertandingan uji coba melawan Yordania dan Vanuatu. Melihat dari banyaknya pemain di pos gelandang sayap, pemain terbaik Liga 2 2017 itu diprediksi hanya akan menjadi pelapis.

Febri Hariyadi

Mulanya, Febri Hariyadi tidak dilirik oleh McMenemy. Berkah buatnya saat Rizky Rizaldi Pora terdepak dari skuat Timnas Indonesia karena perilaku tidak terpujinya saat membela Barito Putera kontra PSM Makassar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

McMenemy mencoret Rizky Pora dan menyertakan Febri sebagai penggantinya. Meski tim yang dibelanya, Persib Bandung, sedang terpuruk, catatan statistik Febri bertolak belakang. Gelandang berusia 23 tahun itu masih mampu menghasilkan empat gol dan tiga assists dari 14 penampilan. Namun, berat buat Febri untuk menjadi pemain utama di Timnas Indonesia. Dari tiga laga terakhir bersama Skuat Garuda, jebolan Timnas Indonesia U-23 ini hanya mengumpulkan total 36 menit bertanding.

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan