Siapa Berani Lawan Pacquiao?

Manny 'Pacman' Pacquiao belum berniat pensiun usai mengalahkan Keith Thurman di MGM Arena, Las Vegas, Nevada, Minggu (21/7/2019).

Diterbitkan 22 Juli 2019, 19:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sekali lagi, Manny Pacquiao membuktikan kalau pertambahan usia tidak otomatis menggerus kemampuannya di atas ring. Di usia yang sudah menginjak 40 tahun, setidaknya sudah dua kali petinju asal Filipina tersebut berhasil merebut kemenangan pada kejuaraan dunia. 

Tumbal pertama adalah Adrien Broner. Petinju asal Amerika Serikat itu gagal merebut gelar juara dunia kelas welter WBA dari pinggang Pacquiao. Bertanding di MGM Arena, Januari 2019 lalu, Broner yang 11 tahun lebih muda dari Pacquiao dinyatakan kalah angka multak. 

Enam bulan berselang, Pacquiao kembali naik ring. Kali ini, petinju yang dijuluki Pacman tersebut berhadapan dengan Keith Thurman, pemegang gelar super champions kelas welter versi WBA. Berusia 10 tahun lebih mudah, Thurman tidak terkalahkan dalam 29 laga.  

Banyak yang meragukan kemampuan Pacquiao dalam duel ini, termasuk Thurman. Petinju AS itu bahkan mengolok-olok Pacquiao sebagai T-Rex-hewan purba yang sudah punah. 

"Manny tidak akan melakukan apapun. Dengan tangan 'T-Rex' yang kecil. Dia sepertinya bakal kena hajar. Saya akan memukul wajah senator itu, dia akan merasakannya. Jika dia kesal dengan hal itu, dia bisa melakukan sesuatu di Sabtu malam. Namanya berayun-berayun, berayun sayang," kata Thurman dalam jumpa pers terakhir sebelum duel.

Pacquiao tidak menanggapi komentar ini secara berlebihan. Pacquiao hanya tersenyum dan meminta Thurman untuk membuktikan ucapannya saat mereka bertemu di atas ring. 

"Saya sudah berada di olahraga ini jauh lebih lama dari Keith Thurman, jadi pengalaman saya bakal berbeda," kata Pacman membalas komentar lawan. 

 

Belum Berniat Pensiun

Lidah memang tidak bertulang. Terkadang ucapan juga tidak sesuai kenyataan. Di atas ring MGM Arena, Las Vegas, Nevada, Minggu (21/7/2019), Pacquiao membuat Thurman kaget.

Di usia 40 tahun, Pacquiao ternyata masih lincah. Pukulannya masih berbobot. Teknik, kecepatan, dan pengalaman yang dimiliki membuat Thurman kesulitan meredam Pacquiao.

Di ronde pertama, pukulan kombinasi yang dilepaskan Pacquiao membuat Thurman tersungkur. Beruntung, dia masih sadar dan berhasil bangkit sebelum hitungan ke-10.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pukulan keras kembali mendarat di bagian perutnya pada ronde ke-10. Thurman kesakitan, tapi masih mampu terhindar dari pukulan beruntun lain yang berpotensi lebih fatal. "Malam ini malam tinju yang hebat. Ronde pembuka tidak seperti yang saya harapkan. Pacquiao mendapat momentum dengan pukulan KO dini. Jelas sekali dia mendapatkan saya di ronde pertama," kata Thurman usai pertarungan dilansir Fightnews. "Dia (Manny Pacquiao) cepat dan kuat, semua yang dimiliki Pacquiao selama ini. Saya ingin berhadapan dengannya, tapi dia sudah melalui banyak pertempuran dan pengalaman itu membuatnya tahu apa yang tidak boleh dilakukan," kata Thurman menambahkan. Thurman akhirnya kalah angka split decision. Dua hakim memenangkan Pacquiao dengan skor 115-112 dan satu hakim memihak kepada Thruman dengan skor 114-113. Pacquiao tentu saja menyambut gembira kemenangan ini. Pacquiao puas karena lawan yang dihadapi bukan petinju sembarangan. Menurutnya, duel melawan Thurman selevel dengan lawan-lawan tangguh sebelumnya, Antonio Margarito, Oscar de La Hoya, dan Erick Morales. Namun yang tak kalah pentingnya, kemenangan ini sekaligus membangkitkan rasa percaya diri Pacquiao untuk tetap bertahan di dunia tinju profesional. Salah satu petinju pound to pound terbaik itu sama sekali belum berpikiran pensiun meski usia sudah tidak muda lagi. "Saya masih bisa bertanding dan bertarung dengan baik. Kemampuan yang saya punya. Tuhan memberi saya kekuatan ini. Saya di sini untuk menginspirasi fans," kata Pacquiao. "Saya pikir, saya akan bertanding lagi tahun depan," kata Pacquiao. Lalu siapa yang menjadi lawan Pacquiao berikutnya?

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan