Siapa Berani Lawan Pacquiao?

Manny 'Pacman' Pacquiao belum berniat pensiun usai mengalahkan Keith Thurman di MGM Arena, Las Vegas, Nevada, Minggu (21/7/2019).

Diterbitkan 22 Juli 2019, 19:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pukulan keras kembali mendarat di bagian perutnya pada ronde ke-10. Thurman kesakitan, tapi masih mampu terhindar dari pukulan beruntun lain yang berpotensi lebih fatal.

"Malam ini malam tinju yang hebat. Ronde pembuka tidak seperti yang saya harapkan. Pacquiao mendapat momentum dengan pukulan KO dini. Jelas sekali dia mendapatkan saya di ronde pertama," kata Thurman usai pertarungan dilansir Fightnews.

"Dia (Manny Pacquiao) cepat dan kuat, semua yang dimiliki Pacquiao selama ini. Saya ingin berhadapan dengannya, tapi dia sudah melalui banyak pertempuran dan pengalaman itu membuatnya tahu apa yang tidak boleh dilakukan," kata Thurman menambahkan.

Thurman akhirnya kalah angka split decision. Dua hakim memenangkan Pacquiao dengan skor 115-112 dan satu hakim memihak kepada Thruman dengan skor 114-113.

Pacquiao tentu saja menyambut gembira kemenangan ini. Pacquiao puas karena lawan yang dihadapi bukan petinju sembarangan. Menurutnya, duel melawan Thurman selevel dengan lawan-lawan tangguh sebelumnya, Antonio Margarito, Oscar de La Hoya, dan Erick Morales.

Namun yang tak kalah pentingnya, kemenangan ini sekaligus membangkitkan rasa percaya diri Pacquiao untuk tetap bertahan di dunia tinju profesional. Salah satu petinju pound to pound terbaik itu sama sekali belum berpikiran pensiun meski usia sudah tidak muda lagi.

"Saya masih bisa bertanding dan bertarung dengan baik. Kemampuan yang saya punya. Tuhan memberi saya kekuatan ini. Saya di sini untuk menginspirasi fans," kata Pacquiao.

"Saya pikir, saya akan bertanding lagi tahun depan," kata Pacquiao.

Lalu siapa yang menjadi lawan Pacquiao berikutnya?

Sederet Kandidat

Sejauh ini belum ada jawaban yang pasti untuk pertanyaan tersebut. Apalagi Pacquiao tidak ingin terburu-buru mencari lawan baru usai pertarungan melawan Thurman. Dia ingin beristirahat dan baru berniat untuk kembali ring tinju pada tahun depan (2020). 

Perubahan selama ini sangat cepat di dunia tinju profesional. Peta kekuatan saat ini, belum tentu sama dengan tiga bulan ke depan. Gelar juara bisa dengan mudah berpindah tangan. 

Amir Khan sebenarnya sempat mengklaim sebagai kandidat lawan Pacquiao berikutnya. Petinju asal Inggris itu bahkan menyebut, pembicaraan di antara kedua pihak sudah mengerucut dan sepakat untuk bertarung di Riyadh, Arab Saudi, November mendatang. 

Namun belakangan, kubu Pacquiao membantahnya. Melalui manajernya, Pacquiao pun menegaskan belum pernah berbicara bisnis dengan pihak Amir Khan. 

Selain Khan, nama lain yang tengah mencuat adalah Terence Crawford. Petinju berusia 31 tahun itu merupakan pemegang gelar juara dunia tiga kelas berbeda, welter, light welter, dan lightweight. Rekor bertandingnya juga mentereng tanpa kekalahan dalam 35 laga. 

Peluang semakin terbuka karena Pacquiao dan Crawford telah bertahun-tahun berada di bawah manajemen yang sama, Top Rank. Banyak spekulasi yang menyebutkan kalau Crawford berpeluang jadi penantang yang ingin merebut popularitas Pacquiao di atas ring. 

Nama lain yang juga menonjol adalah pemegang gelar juara dunia kelas welter IBF, Errol Spence Jr dan  juara WBC Errol Spence Jr. Namun sebelum itu, kedua petinju rencananya akan bertarung dulu pada 28 September 2019. Bila Spence memenangkan laga, peluang bertemu Pacquiao pada laga berikutnya bukan hal yang mustahil untuk terwujud. 

Di luar nama-nama ini, menempatkan nama Floyd Mayweather Jr sebagai calon lawan Pacquiao berikutnya memang sedikit dipaksakan. Sebab pada bulan Februari mendatang, petinju Amerika Serikat itu yang tidak terkalahkan itu sudah memasuki usia 43 tahun.

Sejak menang atas Andre Berto, September 2015 lalu, Mayweather Jr sudah tidak pernah menjalani pertandingan resmi lagi. Dia memang pernah naik ring melawan Conor McGregor 2017, tapi itu lebih kepada pertarungan eksebisi seperti halnya melawan Tenshin Nasukawa.

Sejauh ini, belum ada alasan yang tepat bagi Floyd Mayweather jr untuk kembali lagi ke ring tinju kecuali satu hal: Dia butuh uang. Tidak perduli seberapa buruk petarungan yang dilaluinya dengan Pacquiao pada 2015 lalu, pertemuan kedua mereka tetap menjanjikan. 

Apalagi saat itu keduanya sudah sama-sama berusia di atas 40 tahun. Ini akan membuat Pacquiao vs Mayweather Jr jilid 2 terasa lebih spesial. Bagi Pacquiao, ini menjadi kesempatan untuk menuntaskan rasa penasaran setelah dinyatakan kalah angka pada duel sebelumnya. 

Pacquiao mengatakan baru akan bertanding lagi tahun depan. Saat itu, usianya sudah 41 tahun. Siapun lawan yang akan dihadapi, sebaiknya belajar dari kekalahan Thurman. 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan