3 Alasan MU Klub Terbaik untuk Paul Pogba

Paul Pogba belakangan terus disebut-sebut tidak betah bermain dan siap hengkang dari MU.

Diterbitkan 27 Juni 2019, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Manchester - Manchester United (MU) cuma mampu berada di peringkat keenam di ajang Liga Inggris musim lalu. Alhasil, mereka tidak bisa beraksi di Liga Champions musim ini. Salah satu bintang mereka, Paul Pogba pun terus uring-uringan.

Situasi ini juga membuat Setan Merah sedikit kesulitan untuk menarik pemain baru ke klub di bursa transfer musim panas ini. Setan Merah juga kesulitan mempertahankan beberapa pemain berbakat mereka karena kekhawatiran tentang masa depan klub.

Paul Pogba adalah salah satu pemain yang berniat meninggalkan MU pada musim panas ini. Sang pemain sudah mengatakan ingin mencari tantangan baru dalam kariernya.

Setelah kembali ke klub tiga tahun yang lalu dari Juventus, Pogba belum menunjukkan performa terbaiknya di klub. Pemain Prancis tidak bisa konsisten saat bermain untuk raksasa Premier League.

Namun, untuk negaranya, Pogba sangat konsisten dan berhasil mengantarkan Prancis meraih gelar Piala Dunia. Hal itu tentu saja membuat heran banyak pihak.

Pogba ingin mencari klub baru dalam waktu dekat ini. Namun, alangkah lebih baik jika sang pemain tetap bertahan di Old Trafford.

Berikut ini tiga alasan mengapa MU masih menjadi klub terbaik untuk Paul Pogba saat ini seperti dilansir Sportskeeda.

Berstatus sebagai Pemain Andalan Utama

Sejak kedatangannya di Manchester United, Pogba telah menjadi tokoh utama di klub. Baik itu untuk sisi komersil atau gaya taktik yang digunakan oleh manajer. Setiap keputusan yang diambil oleh klub sepertinya akan melibatkan Paul Pogba.

Itu dikarenakan potensi luar biasa yang dimiliki oleh pemain berusia 26 tahun dan performa menarik yang mampu ia tunjukkan. Yang paling penting, Pogba mungkin adalah pemain paling berbakat yang pernah muncul dari akademi Manchester United belakangan ini.

Paul Pogba juga bisa menjadi kapten klub berikutnya jika ia memutuskan untuk tetap bertahan.

Jika Pogba bergabung dengan Juventus atau Real Madrid, pemain-pemain seperti Cristiano Ronaldo dan Eden Hazard akan mengganggu statusnya di klub. Jika dia tampil buruk dalam beberapa pertandingan, Pogba akan mendapatkan lebih sedikit kesempatan di klub-klub itu daripada di Manchester United.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Statistik menunjukkan bahwa fase terbaik dari karier Paul Pogba selama tiga tahun di Manchester United terjadi di bawah Ole Gunnar Solskjaer. Selama beberapa bulan pertama masa jabatan Solskjaer di Manchester United, Pogba dimainkan dalam posisi menyerang. Pemain Prancis itu berkembang dan memungkinkannya untuk sering mencetak gol. Pogba adalah eksekutor penalti yang disukai Solskjaer dan sang pemain melakukannya dengan sangat baik. Solskjaer juga menunjukkan bagaimana Manchester United bisa dengan pemain Prancis sebagai pusat permainan. Solskjaer hampir tidak pernah mencoret Pogba sehingga hal itu menunjukkan kepercayaan pelatih Norwegia itu kepada gelandang berusia 26 tahun itu. Ini pasti akan membantu Pogba tampil lebih baik dan menyadari potensi sejatinya di Manchester United. Semangat Manchester United terletak di Solskjaer dan Pogba dan agar klub bisa tampil baik pada musim depan, keduanya harus dibiarkan untuk melanjutkan kerja sama mereka.

Halaman
Show All
Ario Yosia, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan