Sukses

Luka Jovic, Calon Bintang Baru Real Madrid

Jakarta Real Madrid telah merampungkan transfer Luka Jovic, Selasa (4/6/2019). El Real kabarnya harus menggelontorkan dana hingga 60 juta euro (Rp 962 miliar) demi menebus Jovic dari Eintrach Frankfurt.

Rumor ketertarikan Madrid kepada si pemain mulai menguat setelah Zinedine Zidane kembali ke Santiago Bernabeu. Los Blancos membutuhkan striker muda yang bisa menjadi partner Karim Benzema, sekaligus suksesornya. 

Luka Jovic memenuhi kriteria itu. Dia masih muda dan memiliki punya potensi luar biasa. Lantas, siapakah sebenarnya Luka Jovic?

Dilansir dari Marca, Jovic adalah seorang striker, tetapi tidak selalu jadi menjadi nomor 9. Jejaknya di heatmap menunjukkan jika dia menjelajah beberapa daerah di lapangan, menghabiskan banyak waktu pada ruang setengah lingkaran di ujung kotak penalti dan di sayap kiri.

Luka Jovic bisa mundur lebih dalam untuk menjemput bola dan menggiringnya dari sana. Pemain 21 tahun ini adalah pemain yang sangat berbahaya di dalam kotak penalti.

Tercatat, dari 125 tembakannya dari dalam kotak penalti, 59 di antaranya tepat sasaran. Dari luar kotak penalti, 10 tembakan tepat sasaran dari 39 percobaan.

Dia adalah pemain yang bisa menyarangkan bola di sudut gawang, dengan mencetak empat gol dari lima tembakan tepat sasaran ke sisi kanan gawang, dan mencetak delapan dari sembilan tembakan ke sisi kiri gawang.

Meski punya banyak gol dengan kaki kanan, dia juga efektif saat menggunakan kaki kiri. Luka Jovic telah membungkus 15 gol dengan kaki kanan dan 8 gol dengan kaki kiri, juga 5 gol lewat sundulan.

 

2 dari 3 halaman

Piawai dalam Menyerang dan Bertahan

Jovic menciptakan rerata 2,4 peluang per pertandingan dan mencetak 0,7 gol per laga, dengan rasio konversi sebesar 31 persen. Selain mencetak gol, dia juga bisa melayani rekan setimnya.

Terbukti, dengan 1,8 umpan kunci per 90 menit, dia merupakan pasangan striker yang sempurna. Penyerang Timnas Serbia ini juga tak gentar menghadapi bek lawan dalam duel satu lawan satu. Hal itu terlihat dari jumlah dribel yang dilakukan, yakni tiga sampai empat kali dalam 90 menit pertandingan.

Meski bermain sebagai striker dan tidak akan diminta banyak bertahan, Jovic jelas bisa membantu dalam urusan ini. Dia bisa membantu tim dengan bertahan sejak sepertiga lini permainan lawan.

Jovic memenangkan 31 persen duel bertahannya, dengan rata-rata 0,8 duel menang dari 2,7 per pertandingan. Dia juga mencatatkan 1,4 intersep per pertandingan.

Biasanya, ketika bertahan, dia menggunakan kekuatan tubuhnya untuk menghalangi lawan daripada mengejar bola dengan melakukan tekel.

Sumber: Bola.net

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video menarik di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
City Siap Bertarung dengan Real Madrid dalam Perburuan Fabian Ruiz
Artikel Selanjutnya
Cedera Parah, Penyerang Real Madrid Absen Hingga 2020