HEADLINE: Final Liga Europa Chelsea Vs Arsenal, Siapa Paling Berpeluang Juara?

Dua klub Inggris, Chelsea dan Arsenal akan berjibaku menjadi yang terbaik di laga final Liga Europa yang akan digelar di Baku, Azerbaijan, Rabu (29/5) atau Kamis dini hari WIB.

Diterbitkan 29 Mei 2019, 00:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Arsenal lebih parah. Mereka hanya mampu menutup musim dua tingkat di bawah Cheslea, dengan hanya mengoleksi 70 poin dari 38 laga.

Apalagi, Arsenal belum pernah merasakan nikmatnya juara Liga Europa. The Gunners hanya pernah memenangkan ajang ini, saat masih menggunakan format Piala Winners, yang mempertemukan juara-juara piala domestik di Eropa. Arsenal memenangkannya pada 1993/94.

Sedangkan Chelsea terakhir tampil di final Liga Europa pada 2012/13. Ketika itu, mereka akhirnya tampil jadi juara.

Arsenal Berharap Unai Emery

Arsenal sepertinya datang ke final bersama orang yang tepat. Sebab, saat ini mereka ditangani Unai Emery, sosok yang begitu akrab dengan ajang Liga Europa. Dia pernah tiga musim berturut-turut menjuarai Liga Europa saat masih menangani klub Spanyol, Sevilla pada 2013/14, 2014/15, dan 2015/16.

Atau jangan-jangan memang karena sentuhan tangan dingin Emery yang membuat Arsenal bisa melaju hingga ke partai puncak.

Namun, yang menarik, Emery sendiri selalu berusaha merendah saat ditanya kemungkinan dia membawa Arsenal jadi juara Liga Europa.

"Gelar-gelar yang pernah saya menangkan di Liga Europa sama sekali bukan jaminan. Setiap pertandingan, setiap musim selalu berbeda," ujar Emery dikutip Express.

Kado Perpisahan Hazard

Di sisi lain, kubu Chelsea juga tak kalah bersemangat menjelang laga penting ini. Bukankah memenangkan satu trofi jauh lebih baik ketimbang tidak sama sekali.

Laga ini semakin spesial untuk gelandang The Blues, Eden Hazard. Pasalnya, ini akan jadi pertandingan terakhirnya bersama Chelsea. Hazard memang terus diisukan bakal meninggalkan Stamford Birdge. Bahkan, spekulasi ini sudah beredar sejak awal musim. Klub raksasa Spanyol, disebut-sebut sebagai calon pelabuhan barunya.

Tak pelak, bagi Hazard, trofi Liga Europa akan menjadi sebuah kado perpisahan yang sempurna bila dia benar-benar meninggalkan Chelsea pada musim panas tahun ini.

"Ini adalah kompetisi Eropa, jadi bagi saya, untuk klub, untuk pelatih, untuk para penggemar, ini adalah sesuatu yang penting," ucap Hazard, seperti dilansir situs resmi klub .

"Ketika Anda bermain di final, tidak masalah apakah itu Liga Champions, Liga Europa atau Piala Liga, Anda hanya ingin menang, Anda hanya ingin membawa pulang trofi dan merayakannya," paparnya.

Siapa Berpeluang?

Dari sisi kekuatan, kedua tim sendiri bisa dibilang cukup berimbang. Bahkan, dalam sepuluh pertemuan terakhir, Chelsea dan Arsenal berbagi kemenangan, masing-masing empat.

Pun duel mereka di Liga Inggris musim ini. Arsenal menang 2-0 saat berlaku sebagai tuan rumah di Stadion Emirates. Sementara saat duel di kandang Chelsea, Stamford Bridge, giliran The Blues menang dengan skor 3-2.

Jadi, siapa yang akan berpesta di Baku?

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Irna GustiawatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan