Liputan6.com, Jakarta Perebutan gelar juara MILO Football Championship Medan dan Bandung berlangsung seru. Tim-tim finalis mengeluarkan strategi dan permainan terbaik agar dapat menjadi yang terbaik di masing-masing kota.
Pada pertandingan babak final MILO Football Championship Medan, SDN 020584 Binjai berhasil menjadi tim terbaik setelah mengalahkan SDN 101752 Kelambir Lima dengan skor 2-1.
Sedangkan, MIN 2 Margasari Bandung meraih gelar juara usai mengalahkan SDN 164 Karangpawulang Bandung dengan skor 1-0.
Para juara MILO Football Championship ini berhak mendapatkan piala MILO dan uang pembinaan sebesar Rp 7,5 juta.
Melebihi Target
Usai pertandingan, M. Nasir Tanjung, guru olahraga dan pelatih SDN 020584 Binjai mengakui bahwa target awal mereka hanya masuk di babak semifinal MILO Football Championship Medan.
"Persiapan kami lakukan dengan giat berlatih sebanyak empat kali dalam seminggu selama satu tahun. Pada pertandingan final tadi saya memotivasi para siswa untuk bermain tenang dalam menghadapi lawan di lapangan.“
Affan Hafiz (11), siswa kelas 5 yang berhasil menyumbang gol untuk SDN 020584 Binjai mengatakan bahwa pertandingan berlangsung dengan cukup menegangkan. “Namun berkat dukungan dari pelatih akhirnya kami bisa bermain dengan fokus dan tenang. Saya juga berharap dapat terpilih menjadi pemain terbaik agar bisa bertemu dan bertanding dengan tim darinegara-negara lain di MILO Champions Cup di Cina,” ungkapnya.
Giat Berlatih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2748149/original/062057700_1552294216-MILO_Football_Championship_Bandung_2019_Final_Day__1_.jpg)
Haris Oskar, pelatih tim sepakbola MIN 2 Margasari Bandung, mengatakan bahwa para siswa giat berlatih selama satu tahun untuk mengikuti kompetisi MILO Football Championship Bandung.
“Kami berlatih fisik, teknik, dan kekompakan dengan latihan rutin dua kali seminggu. Semoga dengan kemenangan ini, anak-anak semakin termotivasi untuk terus berlatih dan nantinya akan terpilih untuk mengikuti MILO Champions Cup di Cina,” ungkap Haris.
Afgan Muhammad Irsyad (11) siswa kelas 5 yang menjadi penentu kemenangan MIN 2 Margasari, mengatakan pertandingan final berlangsung dengan sengit. “Namun berkat semangat dari pelatih, kegigihan, dan kerja sama tim, akhirnya saya bisa mencetak gol kemenangan pada menit-menit terakhir.”
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)