Ada Politik Uang di Pertemuan PSSI untuk Gusur Edy Rahmayadi?

Pertemuan PSSI dengan anggota terungkap dalam program Mata Najwa.

Diterbitkan 24 Januari 2019, 21:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Syaratnya, orang tersebut harus mendapat jaminan perlindungan. Satgas bisa menggandeng LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, red). Dari sini, Satgas akan mendapatkan data valid untuk melakukan pengusutan lebih lanjut," katanya.

Satgas, lanjut Neta, juga bisa memanggil para peserta pertemuan PSSI di Hotel Royal Kuningan. Setelah itu, polisi bisa mendapatkan keterangan untuk bahan pengusutan.

Pengurus PSSI Baru

Terkait maraknya wacana pembentukan pengurus dan ketua umum PSSI baru, Neta berpendapat sebaiknya tidak berasal dari anggota yang terkontaminasi masalah match fixing. Dia menyebutnya pengurus lama tak layak untuk mencalonkan diri kembali.

"Mereka yang pernah diperiksa itu sudah potential suspect(berpotensi menjadi tersangka). Bagaimana kalau terpilih menjadi pengurus PSSI kemudian menjadi tersangka? Tentu semua akan repot," katanya.

Saat ini Satgas Antimafia Bola telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka suap match fixing atau skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola, antara lain Johar Lin Eng, Dwi Irianto dan Hidayat yang juga anggota Komite Eksekutif.

Beberapa petinggi PSSI seperti Sekjen PSSI Ratu Tisha hingga bendahara PSSI juga sudah dimintai keterangan. Ketua Umum (plt) PSSI Joko Driyono pun dipanggil Satgas Antimafia Bola pada Kamis (24/1/2019).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan