Momen Malaysia Jadi Mimpi Buruk Timnas Indonesia pada Piala AFF 1996

Jelang Piala AFF 2018, Bola.com mengajak pembaca bernostalgia mengenang momen seru timnas di perhelatan turnamen.

Diterbitkan 23 Oktober 2018, 12:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Timnas Indonesia tampil cemerlang pada awal turnamen perdana Piala AFF yang digelar di Singapura pada 1-15 September 1996. Laos, Kamboja, dan Myanmar jadi korban gempuran Kurniawan Dwi Yulianto dkk. Namun, Malaysia menjadi tembok penghalang di semifinal. Seperti apa perjuangan penggawa Garuda kala itu?

Tim asuhan Danurwindo mengawali kiprah di turnamen perdana sepak bola Asia Tenggara, yang saat itu disebut Piala Tiger (kini bernama Piala AFF), dengan sangat baik. Danurwindo membawa 20 pemain dengan komposisi dua penjaga gawang, delapan pemain bertahan, dan masing-masing lima pemain tengah dan depan.

Laos menjadi lawan pertama yang harus dihadapi Tim Garuda di Piala Tiger pertama itu. Dengan materi pemain yang memang terbaik di masanya, Timnas Indonesia membuat gawang Laos harus bobol lima kali sebelum akhirnya bisa mencetak gol hiburan.

Fachry Husaini yang menjadi playmaker Timnas Indonesia saat itu sukses menjebol gawang Laos saat laga baru berjalan lima menit. Dalam waktu 45 menit babak pertama pun Indonesia sudah unggul 4-0 berkat tambahan gol yang diciptakan oleh Eri Irianto, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Robby Darwis.

Peri Sandria menambahkan satu gol di babak kedua sebelum Laos mencetak gol hiburan ke gawang Kurnia Sandi melalui Nuth Sony.

Permainan Timnas Indonesia saat itu memang sangat luar biasa. Gelandang-gelandang berkelas macam Fakhri Husaini, Eri Irianto, dan Ansyari Lubis membuat permainan tim asuhan Danurwindo itu seperti menari-nari, terutama ketika memainkan pertandingan ketiga menghadapi Myanmar. Timnas Indonesia saat itu menang telak 6-1 dan memastikan diri lolos ke semifinal.

Ya, kemenangan telak kontra Myanmar menjadi kemenangan ketiga Tim Garuda setelah di pertandingan kedua Indonesia memukul Kamboja dengan skor cukup telak 3-0.

Dari tiga kemenangan di tiga laga awal, para pemain Indonesia telah mengemas 14 gol dan membuat pemain seperti Fachri Husaini, Peri Sandria, dan Kurniawan Dwi Yulianto bersemangat untuk bersaing dengan pemain tim lain di daftar pencetak gol.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sayangnya tiga kemenangan itu tak disempurnakan pada laga terakhir babak grup saat Timnas Indonesia menghadapi Vietnam yang akhirnya juga lolos ke semifinal sebagai runner-up. Gol tunggal Kurniawan Dwi Yulianto di akhir babak pertama hampir saja menyempurnakan langkah Tim Garuda seandainya saja Vietnam tidak mendapatkan penalti dan mencetak gol melalui Vo Hoang Buu pada menit ke-77. Namun, Tim Merah-Putih menjadi yang terbaik di Grup A, mengemas 10 poin dari empat laga dan mencetak 15 gol sepanjang babak grup. Torehan gol itu hanya bisa disamakan oleh Timnas Malaysia yang lolos ke semifinal dari Grup B sebagai runner-up, dan juga menjadi lawan timnas di semifinal.

Halaman
Show All
Ario Yosia, Benediktus Gerendo Pradigdo, Fadjriah NurdiarsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan