Data di Balik Keberhasilan Indonesia dan Vietnam di Pentas E-Sports Asian Games 2018

Sebagai wakil Asia Tenggara di cabang e-sports Asian Games 2018, Indonesia (1 emas dan 1 perak) dan Vietnam (4 perunggu) terbilang sukses. Ada data apa di balik fakta ini?

Diterbitkan 14 September 2018, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pernyataan terakhir ini pada akhirnya jadi menarik dari sisi bisnis karena pertumbuhan market e-sports membuat biaya iklan untuk pemilik brand menjadi lebih murah bila dibandingkan uang yang harus mereka keluarkan ketika menyokong olah raga tradisional seperti sepak bola atau balap otomotif.

Syarat Perkembangan Positif E-Sports

Berkaca pada data dan fakta industri e-sports di Vietnam dan Indonesia, lembaga Immersed pun menduga dua negara ini akan terus memimpin pertumbuhan e-sports di Asia Tenggara karena event-event e-sports di sana terus berkembang sehingga melecut produksi konten terkait yang mendorong pertumbuhan generasi baru, yang mempertimbangkan e-sports sebagai pilihan karier baru mereka.

Menurut lembaga pengamat bisnis dan media tersebut Asia Tenggara akan menjadi region kedua di dunia setelah China yang akan menumbuhkan tim e-sports profesional dengan standard yang sangat tinggi. Para investor dan pengiklan disarankan juga untuk sejak awal dengan cermat membelanjakan biaya promosi ke dalam industri ini sejalan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang pesat tersebut.

Khusus untuk Indonesia, keberhasilan atlet Ridel Sumarandak di nomor Clash Royale serta Hendry Handisurya di nomor Hearthstone pada Asian Games 2018 juga dinilai akan memberi pandangan baru bagi masyarakat soal penghargaan pada atlet e-sports dalam ajang kompetitif profesional. 

Dengan pemberitaan yang proporsional mengenai e-sports diyakini bahwa orang tua Indonesia akan mulai mengerti bagaimana sebenarnya industri e-sports berkembang dan bagaimana anak-anak mereka akan mulai terlibat di dalamnya selepas gelaran e-sports Asian Games 2018. 

Beberapa syarat untuk memungkinkan e-sports berkembang di Asia Tenggara dengan positif menurut Immersed adalah:

1. Memperbesar akses untuk mendapatkan perangkat keras dan akses internet yang berkualitas tinggi

2. Melebarkan peluang investasi yang membuat perusahaan dapat memilih atlet e-sports yang tepat untuk dikontrak jangka panjang

3. Membangun perangkat aturan profesional dan regulasi yang baku di dalam industri e-sports

4. Menetapkan standard baku untuk perusahaan pendukung industri e-sports yang meliputi agensi, pengembang situs dan grafik, marketing, tim profesional, event organizer, penasihat keuangan, dan ahli sosial media

5. Mengutamakan fokus pada data dan perangkat lunak dengan pertimbangan bahwa data e-sports yang berasal dari game dan konten pendukung dapat ditelusuri secara rinci, sehingga hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan bisnis dari para investor 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Darojatun, Ario YosiaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan