Sikap Pantang Menyerah Kroasia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2279691/original/071741600_1531536076-Final-Piala-Dunia-2018-Timnas-Kroasia5.jpg)
Kroasia memulai kampanye Piala Dunia mereka dengan meraih kemenangan 2-0 atas Nigeria. Mereka kemudian mengalahkan Argentina 3-0 untuk memastikan tiekt ke babak 16 besar. Mereka menjadi juara grup dengan sembilan poin dan difavoritkan untuk memenangkan pertandingan babak 16 besar melawan Denmark.
Kroasia sempat kebobolan lebih dulu saat melawan Denmark. Namun, beberapa menit kemudian striker Kroasia Mario Mandzukic mencetak gol untuk menyamakan kedudukan.
Kapten Kroasia Luka Modric memiliki kesempatan untuk membawa timnya unggul pada menit ke-116 dari titik penalti tetapi berhasil digagalkan oleh kiper Denmark Kasper Schmeichel dan pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.
Denmark cukup percaya diri karena mereka sebelumnya berhasil menggagalkan penalti Modric. Namun, Kroasia menunjukkan mental yang kuat dan akhirnya menang 3-2 pada babak tos-tosan.
Pada pertandingan perempat final melawan Rusia, Kroasia lagi-lagi kebobolan terlebih dahulu tetapi kemudian mampu menyamakan kedudukan sebelum turun minum. 90 menit tidak cukup untuk menemukan pemenang dan Kroasia kembali memasuki perpanjangan waktu.
Domagoj Vida sukses mencetak gol pada menit ke-100 dan tampaknya Kroasia akan menuju ke semifinal Piala Dunia pertama mereka dalam 20 tahun. Namun, Rusia bisa menyamakan kedudukan tapi pertandingan harus ditentukan adu penalti.
Kroasia menang dengan skor 4-3 dalam drama adu penalti dan menjadi tim kedua dalam sejarah Piala Dunia yang memenangkan dua adu penalti secara berturut-turut setelah Argentina pada 1990.
Pertandingan semifinal melawan Inggris kembali menunjukkan cerita yang sama ketika Kroasia kebobolan lebih dulu dan melakukan comeback di perpanjangan waktu.
Selama babak knock out, Kroasia harus bermain selama 120 menit dalam tiga pertandingan berturut-turut dan mereka nyaris gagal di setiap kesempatan tetapi menolak untuk menyerah.
Pengalaman melakukan comeback dalam tiga pertandingan berturut-turut tentu akan sangat berguna dalam pertandingan final melawan Prancis.
Kekuatan Lini Tengah
Kroasia mencapai sukses belakangan ini karena lini tengah mereka yang tangguh. Pemain seperti Ivan Rakitic, Ivan Perisic, Mateo Kovacic dan kapten Luka Modric sangat penting dalam membangun lini tengah yang kuat dan menjadi pemain kunci dari generasi emas Kroasia saat ini.
Permainan transisi merupakan salah satu kekuatan terbesar Kroasia dan lini tengah memainkan peran yang sangat penting dalam hal itu.
Secara historis, lini tengah yang kuat sudah terbukti sangat penting untuk kesuksesan tim. Era keemasan Spanyol diperkuat oleh gelandang seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Sergio Busquets dan Xabi Alonso. Mereka mampu membawa La Roja ke level yang sangat tinggi.
Jerman yang menjuara Piala Dunia di Brasil empat tahun lalu juga punya gelandang yang kuat seperti Bastian Schweinsteiger, Toni Kroos dan Mario Gotze.
Kemampuan lini tengah Kroasia bisa menjadi kekuatan terbesar mereka di pertandingan final melawan Prancis karena setiap pemain punya kemampuan untuk membawa timnya meraih kesuksesan di Piala Dunia.
Sumber: Bola.net
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2265528/original/091095900_1530512587-danijel-subasic.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/403148/original/069059700_1450241274-edu.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/934935/original/034536700_1437647124-AP_173328494831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/916085/original/009668100_1435788780-Cover.jpg)