Final Piala Presiden 2018: Bukti Superioritas Persija

Duel Persija dan Bali United dinilai sebagai final ideal Piala Presiden 2018.

Diterbitkan 16 Februari 2018, 13:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Persaingan Piala Presiden 2018 sampai pada puncaknya pada Sabtu (17/2/2018). Persija Jakarta dan Bali United bakal terlibat bentok di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, untuk menentukan siapa yang terbaik di turnamen pramusim jelang Liga 1 2018 ini.

Buat Persija, keberhasilan melaju ke final sebuah pencapaian luar biasa, mengingat pada dua edisi sebelumnya Tim Macan Kemayoran selalu terpental di babak penyisihan. Demikian pula dengan Bali United.

Menariknya, kedua tim merupakan wakil Indonesia di Piala AFC. Bali United berstatus runner-up Liga 1 2017. Sementara itu, Persija yang bertengger di posisi empat besar klasemen akhir musim lalu, tampil di turnamen level Asia menggantikan PSM Makassar yang tak lolos verifikasi AFC.

Final ini terasa ideal karena kedua kubu performanya mengilap di sepanjang Piala Presiden. Terlihat fokus utama Persija dan Bali United diarahkan ke pentas turnamen.

Mereka bahkan rela melepas pertandingan pertama penyisihan grup Piala AFC, karena ingin memastikan tiket lolos ke final Piala Presiden.

Bali United yang menurunkan tim lapis kedua dipermak Yangon United di kandang sendiri Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (13/2/2018). Di sisi lain Persija dihantam jawara Malaysia, JDT dengan skor 3-0 sehari berselang.

Tim Macan Kemayoran menyimpan banyak pemain inti agar bisa tampil maksimal pada akhir pekan nanti. Marco Simic, top scorer sementara di Piala Presiden dengan torehan sembilan gol tidak disertakan dalam lawatan ke Negeri Jiran.

 

 

 

Sudah Saling Ukur Kekuatan di Penyisihan

Bali United lolos ke babak perempat final Piala Presiden sebagai juara Grup D. Uniknya Serdadu Tridatu menentukan status sebagai pemuncak klasemen setelah mengalahkan Persija di pertandingan terakhir.

Berstatus sebagai tuan rumah, Bali United dibuat deg-degan menghadapi Tim Macan Kemayoran.

Unggul 2-0 di paruh pertama lewat gol Ilija Spasojevic (9'), Kevin Brand (25'), Bali United terlihat bakal mudah menutup pertandingan. Hal itu dipertegas gol Stefano Lilipaly pada menit ke-53.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

witter-tweet" data-lang="en"> Berjumpa Bali United di Samarinda, Bek Arema Deg-degan https://t.co/ThVoObG9te — Bolacom (@bolacomID) February 15, 2018 Namun, Persija terlihat tidak limbung. Justru sebaliknya, tim ibu kota justru bermain lebih bersemangat. Persija sempat membuat penonton di Stadion Kapten I Wayan Dipta terdiam ketika tim asuhan Stefano Cugurra Teco mencetak dua gol: Luis Carlos (56') dan Jaimerson (67'). Hans Pieter Schaller mengakui saat posisi timnya hanya unggul 3-2 ia menggeber strategi pragmatis, bertahan total ala parkir bus. "Di babak kedua permainan Persija terus menanjak. Dalam situasi seperti itu saya tidak bisa terus menginstruksikan pemainan terbuka. Bertahan, dengan menumpuk pemain berkarakter bertahan pilihan yang harus diambil agar lawan tidak bisa mengejar skor," ujar pelatih asal Austria. "Pertandingan yang menarik dan menegangkan. Para pemain menunjukkan mental pantang menyerah. Sekalipun kami kalah skor, tapi kami memberi sinyal kepada Bali United kami tidak kalah secara permainan," papar Teco.

Halaman
Show All
Ario Yosia, Reza Deni Saputra, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan