Manchester United dan 4 Klub yang Menderita Kecelakaan Pesawat

Berikut ini adalah daftar klub yang pernah menjadi korban kecelakaan pesawat.

Diterbitkan 06 Februari 2018, 21:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
cript src="https://platform.twitter.com/widgets.js">

Sebanyak 31 penumpang, termasuk pemain dan tim pelatih Torino tidak ada yang selamat. Kala itu, pesawat yang mereka tumpangi menabrak bagian belakang Gereja Basilica of Superga, Turin.

Kecelakaan itu langsung menjadi tragedi bagi sepak bola Italia. Seluruh kesebelasan di pentas Serie A langsung memainkan para pemain muda sebagai penghormatan terhadap Torino.

Selain itu, kecelakaan yang populer dengan nama Tragedi Superga tersebut membuat timnas Italia mundur dari Piala Dunia 1950.

Alianza Lima

Klub asal Peru, Alianza Lima, juga menjadi kesebelasan yang menderita akibat kecelakaan pesawat. Ironisnya, saat itu Alianza Lima tengah memuncaki klasemen sementara Liga Peru dan kompetisi tinggal menyisakan beberapa laga.

Petaka terjadi setelah Alianza Lima menang 2-0 atas Deportivo Pucallpa. Ketika ingin kembali, pesawat yang ditumpangi para penggawa Alianza Lima mengalami kecelakaan.

Saat itu, pesawat tersebut jatuh di tengah Samudera Pasifik pada 8 Desember 1987. 43 penumpang termasuk di antaranya 16 pemain Alianza Lima meninggal karena kecelakaan tersebut.

Alhasil, Alianza Lima mengakhiri sisa musim dengan memainkan para pemain muda. Klub itu gagal memertahankan posisinya dan gelar juara direbut sang rival, Universitario de Deportes.

 

Timnas Zambia

Menjelang Piala Dunia 1994, timnas Zambia memiliki generasi emas. Anggapan berasal dari para pemain yang mampu mengalahkan Italia dengan skor 4-0 pada ajang Olimpiade, lima tahun sebelumnya.

Petaka terjadi ketika timnas Zambia berangkat dengan pesawat menuju Dakar untuk melawan Senegal pada kualifikasi Piala Dunia 1994, 27 April 1993. Namun, pesawat yang mengangkut timnas Zambia tidak pernah tiba.

Pesawat jatuh di Samudera Atlantik setelah mengisi bahan bakar di Ibu Kota Gabon, Librevvile. Sebanyak 18 pemain serta lima pelatih menjadi korban tragedi tersebut.

Setelah kecelakaan itu, timnas Zambia kesulitan melahirkan tragedi terbaik. 

 

Chapecoense

Chapecoense tengah menuju gelar internasional pertama mereka, Copa Sudamericana 2016. Ketika itu, mereka menuju markas Atletico Nacional dengan menggunakan pesawat melakoni leg pertama partai final.

Pesawat yang mereka tumpangi tidak pernah sampai ke tujuan karena jatuh di perbukitan Kolombia, 28 November 2016.

Atletico Nacional, yang menjadi lawan mereka, menolak gelar juara Cipa Sudamericana 2016. Mereka justru meminta CONMEBOL memberikan trofi juara kepada Chapecoense.

Setelah kecelakaan tersebut, dukungan mengalir untuk Chapecoense dari seluruh dunia. Klub-klub Eropa seperti Barcelona dan Torino memberikan penghargaan bagi klub asal Brasil tersebut.

Sumber: Berbagai sumber

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, La Liga, Liga Champions, dan Liga Europa, dengan kualitas HD di sini

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Tyo Harsono, Nurfahmi BudiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan