5 Bek yang Dapat Atasi Masalah Pertahanan Liverpool

Lini belakang Liverpool dinilai masih memiliki kekurangan

Diterbitkan 07 Desember 2017, 08:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Awal kariernya di Inter Milan terbilang mengesankan. Bahkan, beberapa klub sudah menunjukkan ketertarikannya seperti Barcelona dan Atlético Madrid.

Masih berusia 22 tahun, bek asal Slovakia itu punya statistik mengesankan, yakni 4,9 sapuan bola, 1,2 intersep, dan 2,2 tekel per laga di Serie-A. Berminat, Liverpool?

3. Mouctar Diakhaby

Diakhaby telah menjadi sosok vital bersama Lyon, yang saat ini duduk di urutan ketiga Ligue 1. Dia juga membawa klub Prancis itu melaju ke babak gugur Liga Europa.

Tidak mengherankan jika duo Manchester dikabarkan tertarik dengan pemain berusia 20 tahun itu. Bek berbakat itu menggabungkan kecepatan dengan kekuatan dan kemampuan mengolah bola yang membuatnya menjadi jawaban ideal dalam proyek Klopp di Liverpool.

Andai Liverpool mendatangkan Dikhaby, ada dua hal yang bisa didapatkan. Masih muda, dia juga punya statistik mengesankan dengan lakukan satu tekel, 4,6 sapuan bola, serta 1,1 intersep per laga di Ligue 1.

2. Kalidou Koulibaly

Koulibaly memperkuat dirinya sebagai salah satu bek tengah bola terkemuka di Eropa. Dia merupakan sosok penting di tim Napoli yang menawan bersama Maurizio Sarri.

Dia bisa menjadi pasangan ideal bersama Joel Matip jika Klopp berminat. Bek Senegal itu bahkan memiliki umpan terbanyak di Serie-A musim lalu.

Kemampuan mengolah bola Koulibaly sangat penting dalam build-up menakjubkan di Napoli. Pemain seperti inilah yang dibutuhkan Liverpool. Bukan cuma jadi palang terakhir, tapi sang bek juga bisa memulai serangan dari belakang.

1. Aymeric Laporte

Aymeric Laporte sudah jadi incaran klub-klub Liga Inggris selama musim panas 2016. Namun bek Prancis itu menolak pindah dengan menandatangani perpanjangan kontrak di Athletic Bilbao hingga 2020.

Laporte membuktikan dirinya sebagai salah satu bek tengah terbaik di La Liga dengan kemampuan pertahanannya yang tajam. Dia telah mewakili Athletic Bilbao lebih dari 200 pertandingan sejak melakukan debutnya pada 2012.

Konsentrasi, kemampuan untuk menggertak lawan, dan pilihan kapan harus menghentikan penyerang adalah tiga elemen dasar pertahanan modern. Aymeric Laporte memiliki semua kemampuan itu.

Mantan pemain Basconia ini nyaman dengan bola dan suka memulai serangan dari belakang. Secara fisik mengesankan, bek berusia 23 tahun itu suka berduel di udara dan merupakan senjata tersendiri dalam bola mati.

(Eka Setiawan)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan