KOLOM: Ancelotti Menghitung Hari?

Apakah Ancelotti bakal mengikuti nasib buruk pelatih yang sudah dipecat di liga Inggris seperti Frank de Boer?

Diterbitkan 15 September 2017, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Carlo Ancelotti menghitung hari? Nasib pelatih di klub Eropa, apalagi klub besar, tak akan pernah ada yang tahu. Baru-baru ini, kita dikejutkan dengan dipecatnya Frank de Boer di Crystal Palace. Hanya 77 hari. Selama itulah Frank de Boer berada di Selhust Park. Gara-gara kekalahan dalam empat pekan awal Premier League dan tanpa torehan gol dari anak-anak asuhnya, dia didepak manajemen Crystal Palace.

Dia mendahului Slaven Bilic (West Ham United) yang pada awal musim berada paling depan dalam sack race. Pemecatan De Boer yang pernah membawa Ajax Amsterdam juara Eredivisie empat kali beruntun itu sungguh mengejutkan. Pasalnya, masa kepelatihannya di Selhust Park ternyata delapan hari lebih pendek dibanding periode keberadaannya di Inter Milan.

Pemecatan itu pun menjadi rekor baru. De Boer menjadi manajer tercepat yang terdepak di Premier League. Sebelumnya, rekor itu dipegang Les Reed. Pada 2006, Reed dipecat Charlton Athletic setelah hanya menjalani tujuh pertandingan di Premier League.

Bagi awam mungkin mengejutkan, tapi tidak demikian untuk Jose Mourinho. Menurut dia, dunia ini memang kejam terhadap para pelatih. Pemecatan setelah hanya empat laga Premier League bukanlah hal mahagila. Sebelumnya, dia dan Claudio Ranieri dipecat hanya beberapa bulan setelah membawa klub masing-masing juara Premier League.

Mourinho mengatakan, tak sedikit orang di dunia ini yang menikmati kehidupan para pelatih yang bak berjalan di atas mata pisau. Dia tak ragu menuding para insan pers juga berkontribusi terhadap tekanan luar biasa yang dihadapi para pelatih. Tentu saja maksudnya adalah pemberitaan miring, lengkap dengan komentar-komentar sinis para pundit, yang dimuat oleh berbagai media massa.

Para pemain Bayern Munchen merayakan kemenangan atas Anderlecht pada laga Liga Champions di Stadion Allianz Arena, Munchen, Selasa (12/9/2017). Munchen menang 3-0 atas Anderlecht. (AFP/Guenter Schiffmann)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pada awal musim, serangan nyata diterima De Boer dari mantan pemilik The Eagles, Simon Jordan. Pria yang juga mantan presiden klub itu terang-terangan menuding De Boer sebagai perjudian mahabesar. Dia menilai filosofi sepak bola pria asal Belanda itu bertentangan dengan tradisi yang ada di Selhust Park. De Boer, kata dia, tak punya pemain-pemain yang mampu mengejawantahkan gaya sepak bola yang diusungnya. [vidio:](https://www.vidio.com/watch/847827-bayern-munich-3-0-anderlecht-liga-champions-highlight-pertandingan-dan-gol-gol?channel_id=6840270)Mourinho memprediksi kegilaan tak akan berhenti pada kasus De Boer. Manajer Manchester United itu yakin hal seperti itu akan terjadi pada musim-musim yang akan datang. Apalagi di Premier League yang disebutnya memang gila. Kekebalan mungkin hanya milik Arsene Wenger. Walaupun dihujat setiap saat, diserang dari segala penjuru mata angin, dia malah memperpanjang kontrak di Arsenal pada akhir musim lalu.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan