5 Pelatih Hebat yang Bukan Apa-Apa Saat Jadi Pemain

Para sosok ini lebih cemerlang ketika menjadi pelatih.

Diterbitkan 25 Juni 2017, 08:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Marcello Lippi

Masyarakat Italia pasti tak asing mendegar Lippi. Tapi, hal ini lebih kepada karena posisinya sebagai pelatih.

Saat masih bermain dia tidak terlalu sukses. Lippi adalah bek tengah khas Italia yang secara teratur bermain untuk Sampdoria namun tidak pernah berhasil mencapai tim nasional.

Marcello Lippi. (AFP/Toshifumi Kitamura)

Dia kemudian beralih ke karier kepelatihan pada usia 34. Hasilnya cukup instan dengan membantu Napoli lolos ke kompetisi UEFA di musim 1993/1994, kemudian membawa Juventus meraih lima gelar Serie A. Kontribusinya yang paling terkenal adalah membawa timnas Italia memenangkan Piala Dunia 2006.

Jose Mourinho

Jose Mourinho. (AFP/Paul Ellis)

Darah sepak bola Mourinho mengalir dari sang ayah. Tapi, sayangnya dia tidak begitu  berbakat bermain si kulit bundar dan dengan cepat mengetahuinya sejak awal karier.

Dia pernah bermain untuk Rio Ave, Beleneses dan Sesimbra. Merasa tidak berkembang, Mourinh langsung memutar stir untuk menjadi pelatih.

Istimewanya, dia sukses membawa Porto juara Liga Champions di musim 2003/2004 dan langsung menjadi bintang di klub Inggris, Chelsea. Dia memenangkan treble dengan Inter Milan dan cukup berhasil di Real Madrid. Teranyar, Mourinho berhasil bawa Manchester United juara Liga Europa.

Udo Lattek

Siapapun tidak bisa meremehkan keunggulan pelatih Jerman yang satu ini. Lattek punya karier kepelatihan yang terkenang sampai sekarang.

Akan tetapi, Lattek tidak memiliki pengalaman bermain sepak bola profesional. Tapi entah mengapa dia sangat paham betul skema soal permainan bola.

Dia memimpin Bayern Munchen meraih tiga gelar liga berturut-turut dan Piala Champions 1974. Lattek kemudian menahkodai Borussia Monchengladbach untuk meraih gelar liga berturut-turut dan Piala UEFA.

Kariernya di Barcelona juga berbuah cukup indah. Ia memenangkan Piala Winners dan Piala Liga Spanyol bersama mereka sebelum kembali ke Bayern. Di sini dia membantu tim meraih tiga gelar liga lagi. (I. Eka Setiawan)

Udo Lattek. (Reuters)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan