Plus Minus Teknologi VAR

Teknologi VAR sedang hangat-hangatnya diperbincangkan.

Diterbitkan 21 Juni 2017, 13:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pertandingan Cile menghadapi Kamerun di Grup B menghasilkan dua keputusan kontroversial yang melibatkan VAR. Satu keputusan merugikan La Roja, sementara yang lain justru memberi keuntungan.

Keputusan pertama terjadi ketika Eduardo Vargas menjebol gawang Kamerun pada babak pertama. Saat itu, wasit menunggu beberapa menit untuk memutuskan gol Vargas sah atau tidak. Setelah mendapat bantuan dari tayangan ulang, wasit memutuskan gol Vargas tidak sah karena telah berada dalam posisi offside.

Hal tersebut berbeda dengan keputusan kedua jelang pertandingan berakhir. Saat itu, Vargas menerima bola liar hasil sepakan Alexis Sanchez. Setelah menceploskan bola ke gawang, Vargas langsung melihat ke arah wasit dan kecewa karena dinyatakan offside. Namun, beberapa menit kemudian wasit justru mengesahkan gol Vargas.

Meski Cile menang, namun Juan Antonio Pizzi, merasa tidak puas. Pelatih Cile tersebut merasa teknologi VAR belum siap untuk diterapkan pada pertandingan internasional.

"Menurut saya, teknologi VAR masih butuh waktu untuk diterapkan. Kami harus membiasakan diri dengan aturan baru tersebut. Seharusnya, kami mampu unggul pada babak pertama, namun gol Vargas dianulir beberapa menit kemudian. Jujur saja, hal tersebut mempengaruhi mental kami," kata Pizzi.

Terbongkarnya keburukan teknologi VAR ternyata sudah diramalkan mantan direktur IFAB, David Elleray. Oleh sebab itu, Elleray sempat ingin menunda peluncuran teknologi tersebut.

"Teknologi VAR mengevaluasi banyak hal dalam satu insiden, sehingga terkadang tidak terfokus kepada satu insiden. Menurut saya, teknologi itu belum matang," ujar Elleray.

Berdasarkan pengakuan Pizzi, Cile kehilangan momentum saat gol pertama Vargas dianulir setelah beberapa menit. Hal tersebut dapat memengaruhi konsentrasi pemain, karena sempat terlanjur merayakan gol tersebut.

VAR

Apabila hal seperti itu terus berlanjut, penggunaan VAR justru bisa memberikan keuntungan secara tidak langsung kepada salah satu tim. Situasi tersebut justru menimbulkan kondisi bertanding yang tidak ideal.

Akan tetapi, di sisi lain, penggunaan VAR dapat mengurangi kontroversi dalam pertandingan sepak bola. Hal tersebut dapat membantu wasit mengurangi keputusan kontroversial yang terkait gol, penalti, kartu merah, dan kesalahan identifikasi.

Apakah penggunaan VAR lebih banyak memberikan keuntungan atau justru merugikan? Patut dinanti perkembangan teknologi tersebut.

(Artikel asli ditulis Budi Prasetyo Harsono/diedit Aditya Wicaksono/Bola.com)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan