5 Tim Liga Indonesia dengan Puasa Kemenangan Terpanjang

Persija menempati peringkat pertama dalam urutan ini. Macan Kemayoran tidak pernah menang dalam 9 pertandingan terakhir

Diterbitkan 23 Agustus 2016, 10:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Laskar Joko Samudor terakhir memetik kemenangan ketika menjamu Persib Bandung, (27/6/2016). Namun setelah itu, Gresik bukannya bangkit malah terpuruk. Padahal, Gresik United menghuni papan tengah.

Sang pelatih,  Liestiadi harus memutar otak agar anak asuhnya melejit di putaran kedua. Opsi mendatangkan pemain anyar bisa saja jadi yang terbaik bagi Persegres.

4. Persela Lamongan

Per

forma menurun Persela membuat manajemen was-was. Mereka memecat pelatih asal Swedia, Stefan Hansson pada Mei 2016 lalu. Kekalahan demi kekalahan, praktis membuat Persela harus terbenam di dasar klasemen

Persela mulai performa menanjak setelah posisi pelatih berganti ke tangan Sutan Harhara. Namun, mereka belum bisa tampil konsisten. Mereka sudah berpuasa kemenangan dalam lima laga terakhir. Dengan durasi 10 pertandingan terakhir, Laskar Joko Tingkir meraih 3 kemenangan.  

Sampai putaran kedua kompetisi, Persela masih menempati posisi juru kunci mengemas 10 poin. Persela sendiri sudah mengalami 12 kekalahan dengan memetik 3 kemenangan ketika bersua Pusamania Borneo FC (PBFC), Barito Putera dan Perseru Serui.

5. Barito Putera

Barito

Putera menuntaskan dahaga kemenangan setelah membekap Persiba Balikpapan dengan skor 3-1, (21/8/2016). Padahal sebelum laga itu, Barito cukup lama menahan dahaga kemenangan. Total enam laga mereka jalani tampa poin penuh.

Laga melawan Persiba bisa menjadi ajang kebangkitan tim asuhan Mundari Karya ini. Mereka bisa memulai putaran kedua dengan semangat baru. Pasalnya, laswan berat menanti Barito Putera pada putaran kedua ini.

Tiga laga selanjutnya mereka bakal menghadapi pemuncak klasemen, Madura United, kemudian Mitra Kukar, dan Bhayangkara Surabaya United. (Penulis: Indra Eka Setiawan)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan