5 Comeback Terbaik di Liga Champions

Lima tim melakukan comeback terbaik setelah kalah di leg pertama dan menang pada leg kedua Liga Champions.

Diterbitkan 15 April 2016, 07:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kekalahan itu membuat Chelsea terancam tersingkir. The Blues harus menang minimal dengan skor 2-0 untuk bisa melangkah ke perempat final pada leg kedua.

Menjamu Napoli di Samford Bridge pada kedua, 15 Maret 2012, Didier Drogba membuka peluang Chelsea lewat golnya di menit ke-28. John Terry membuat fans Chelsea bersorak gembira setelah menjebol gawang Napoli di menit ke-47.

Namun Napoli mampu memperkecil skor lewat gol Gokhan Inler di menit ke-55. Skor 2-1 membuat Chelsea harus mencetak dua gol untuk lolos ke perempat final.

>Frank Lampard memperpanjang napas Chelsea melalui eksekusi penalti di menit 75. Skor 3-1 berakhir hingga babak kedua usai dan pertandingan dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu karena agregat gol kedua tim sama imbang 3-3.

Hingga akhirnya Branislav Ivanovic menjadi pahlawan Chelsea berkat golnya di menit ke-105. Chelsea pun menang 4-1 dan lolos ke perempat final dengan keunggulan agregat gol 5-4.

3. Barcelona Vs AC Milan (2012-13)

3. Barcelona Vs AC Milan (2012-13)

Barcelona pulang dengan kekalahan 0-2 setelah bertandang ke San Siro pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, 21 Februari 2013. Dua gol AC Milan ke gawang Barca dicetak Kevin Prince Boateng dan Sulley Ali Muntari.

Kekalahan tersebut membuat Barca menjadi tim pertama dalam sejarah Liga Champions yang tertinggal dua gol pada leg pertama. Memburuknya kondisi kesehatan pelatih Tito Vilanova menimbulkan keraguan apakah Lionel Messi cs memiliki kekuatan mental pada leg kedua di Camp Nou, 13 Maret 2013.

Namun, pasukan Catalan membuktikan bahwa mereka mampu membalikkan keadaan. Messi membuka keunggulan Barca pada menit ke-5. Sang bintang menggandakan keunggulan Barca lima jelang turun minum.

S

kor 2-0 belum membuat Barca puas. David Villa membawa Barca memimpin 3-0 lewat golnya di menit ke-55. Pesta gol Barca ditutup Jordi Alba pada menit ke-90+2.

4. AS Monaco vs Real Madrid (2003-04)

4. AS Monaco vs Real Madrid (2003-04)

AS Monaco membuat sejumlah kejutan pada Liga Champions musim 2003-04. Tidak diperhitungkan, Monaco mampu melaju hingga ke final sebelum dikalahkan FC Porto 0-3.

Kejutan pertama Monaco terjadi di perempat final. Menghadapi Real Madrid, Monaco kalah 2-4 pada leg pertama yang berlangsung di Santiago Bernabeu, 24 Maret 2004.

Namun, kekalahan itu tidak membuat Monaco patah semangat. Pada leg kedua yang berlangsung 6 April 2004, Monaco yang diperkuat mantan striker Madrid, Fernando Morientes, membungkam Madrid dengan skor 3-1.

Meski agregat gol kedua tim sama imbang 5-5, Monaco lebih berhak meraih tiket semifinal. Sebab, mereka unggul produktivitas gol di kandang lawan.

5. Deportivo La Coruna Vs AC Milan (2003-04)

5. Deportivo La Coruna Vs AC Milan (2003-04)

Masih dari Liga Champions musim 2003-04. Comeback luar biasa dilakukan Deportivo La Coruna pada babak perempat final. Peluang wakil Spanyol itu untuk lolos ke semifinal sangat tipis setelah kalah 1-4 dari AC Milan pada leg pertama perempat final di San Siro, 23 Maret 2004. Deportivo harus menang dengan skor telak 4-0 untuk bisa lolos ke semifinal.

Misi sangat berat dijalani Deportivo saat menjamu Milan dalam leg kedua pada 7 April 2004. Kejutan pun terjadi. Tanpa diduga, wakil Spanyol itu mampu menang empat gol tanpa balas atas Milan.

Agregat gol pun menjadi 5-4 untuk keunggulan Deportivo. Alhasil, tiket semifinal menjadi milik Deportivo.

 

 

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Hotnida Novita Sary, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan