[KOLOM] Madrid Dihukum Gara-gara Messi

Mengapa Messi yang disalahkan? Simak ulasannya di kolom bola Asep Ginanjar.

Diterbitkan 22 Januari 2016, 08:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta: Lionel Messi. Hanya ada satu deskripsi: terbaik! Seperti diakui Wayne Rooney, striker timnas Inggris yang bernaung di bawah panji Manchester United, Messi memang pemain terhebat di muka bumi. Xavi Hernandez bahkan tak ragu mengklaim eks rekan seklubnya itu sebagai pemain terbesar dalam sejarah sepak bola, melebihi Pele dan Diego Maradona.

Baca Juga

  • Terkuak, Rincian Transfer Gareth Bale ke Madrid
  • 'Masa Depan Rossi-Lorenzo di Yamaha Ditentukan 4 Balapan'
  • 'Messi Kantong Keresek' Bakal Ikuti Jejak Martunis?

Rooney dan Xavi mewakili pendapat umum. Mayoritas penggemar sepak bola di dunia memiliki pandangan serupa. Bila ditanya soal pemain terbaik dunia, nama Messi pastilah yang pertama kali terlintas di benak mereka.

Tak bisa dimungkiri, Messi adalah pesepak bola luar biasa. Dia merupakan gambaran sempurna seorang pesepak bola. Dia berprestasi, berpengaruh besar terhadap timnya, punya skill luar biasa, dan sangat subur. Pelbagai rekor sudah dirontokkannya.

Tak heran bila siapa pun ingin menjadi Messi. Messi adalah rujukan utama. Setiap anak-anak pasti ingin seperti La Pulga. Tak terkecuali Leroy Sane, talenta muda FC Schalke 04 yang tengah menanjak.

Setiap klub juga mendamba sosok seperti Messi. Namun, karena La Pulga hanya milik Barcelona, mereka cukup menginginkan duplikat sang bintang. Ini pula yang membuat banyak klub begitu terobsesi untuk mencari talenta belia di pelbagai pelosok dunia.
Lionel Messi berpose dengan 5 trofi FIFA Ballon d'Or yang telah diraihnya. Messi meraih gelar Pemain Terbaik Dunia tahun 2009, 2010, 2011, 2012, dan 2015. (AFP/Miguel Ruiz)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kisah perburuan inilah yang belakangan membuat beberapa klub terjerat kasus. Dua tahun lalu, Barcelona dihukum tak boleh aktif dalam dua kali jendela transfer oleh FIFA karena terbukti melanggar aturan soal perekrutan pemain di bawah umur 18 tahun. Tahun ini, giliran Real Madrid dan Atletico Madrid yang menghadapi tuduhan serupa.Cukup mengherankan ketika kubu Madrid menuding Bayern München sebagai pihak yang berada di balik hukuman yang dijatuhkan FIFA. Seharusnya, mereka menyalahkan Messi. Karena dialah, Madrid melanggar aturan.Seperti tertuang dalam peraturan yang dibuat FIFA pada september 2001 dengan mengadopsi aturan International Labor Organization (ILO) soal perlindungan terhadap anak-anak dari eksploitasi, ada sejumlah klausul yang harus dipenuhi klub bila ingin merekrut pemain belia. Salah satunya, seorang pemain belia hanya boleh pindah ke luar negeri karena mengikuti keluarganya. Itu pun kepindahan keluarganya tak boleh berkaitan dengan sepak bola.

Halaman
Show All
Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan