Butuh Pembenahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1001673/original/033258700_1443323288-20150927-Liga-Italia-Napoli-Juventus4.jpg)
Harus diakui Juventus telah mengalami kendala besar dalam musim ini. Salah satunya, soal materi pemain. Ternyata, sulit bagi La Vecchia Signora untuk mencari pengganti yang sepadan bagi Andrea Pirlo, Arturo Vidal, dan Carlos Tevez. Ketiga nama tersebut merupakan pilar Juventus selama tiga dua musim terakhir kemudian memilih hengkang pada awal musim ini.
Pada musim lalu Pirlo dan Vidal telah menjadi roh di lini tengah Juventus. Keduanya tidak saja menjadi pengatur dan penyeimbang di lini tengah, namun mereka juga sebagai bagian dari pemantik kemenangan tim.
Pirlo misalnya. Musim 2014-205 dia telah menciptakan 4 gol dan 5 assist dari 19 penampilannya. Sementara Vidal sukses membukukan 7 gol dan 4 assist.
Khusus untuk vidal, pada musim lalu termasuk pemain yang sukses melesakkan shots on goal paling banyak. Selama semusim, dia membukukan 53 tendangan. Jumlah itu hanya kalah dari Paul Pogba yang melesakkan 56 kali tembakan dan Carlos Tevez yang melakukan 114 tembakan.
Terkait kepergian Pirlo dan Vidal, awalnya I Bianconeri meyakini masih bisa mengandalkan stok gelandang yang ada. Sebut saja Simone Padoin, Paulo Sturaro, dan Roberto Pareyra, Paul Pogba, dan Claudio Marchisio. Ditambah lagi, mereka juga sukses mendatangkan gelandang-gelandang tenar sekelas Sami Khedira, Hernanes, Juan Cuadrado, dan Mario Lemina.
Apa lacur, harapan itu masih mengambang. Perpaduan stok lama dan muka-muka anyar itu, belum banyak membantu permainan tim. Pada laga kontra AS Roma dan Genoa contohnya. Padoin, Sturaro, dan Pereyra tak perdaya. Mereka kurang kreativitas. Sementara Hernanes dan Cuadrado masih butuh waktu untuk langsung beradaptasi dengan tim.
Fakta yang hampir sama juga terjadi pada kinerja lini depan. Hilangnya Tevez, terbukti berpengaruh besar pada ketajaman tim. Bomber anyar seperti Paulo Dybala, Mario Mandžukić, dan Simone Zaza masih belum menjanjikan.
Allegri telah melakukan banyak solusi untuk mengasah ketajaman tim. Dengan materi yang ada, eks pelatih Cagliari itu mencoba menjajal beberapa variasi taktik. Seperti halnya musim lalu, Allegri mencoba mengusung 3-5-2 pada dua laga pertama di Serie-A. Lalu, ketika gagal menang, diubah ke 4-3-3 dan 4-3-1-2.
Dalam jejak kariernya, Allegri memang tipikal pelatih pemikir. Dengan kecerdasan yang dimiliki, pria berumur 48 tahun itu bisa menemukan formula yang tepat bagi tim yang ditangani. Hal itu sudah dia buktikan bersama Cagliari pada musim 2008-2009. Saat itu, Allegri sukses mengantarkan Cagliari di peringkat ke-9 tanpa ada pemain bintang. Â
Lalu, dia juga sukses mengantarkan AC Milan merebut scudetto 2010-2011, mempertahankan scudetto Juventus musim 2014-2015, hingga menjadi finalis Liga Champions musim 2015-2016.
Khusus untuk musim ini, rasanya Allegri harus menunjukkan jurus lain. Bukan melulu soal perubahan taktik atau apa pun itu yang berhubungan dengan aspek teknis. Dengan kerendahan hati, ada baiknya jika Allegri mau belajar banyak dari eks pelatih Juventus sebelumnya, Antonio Conte.
Seperti diketahui, awal kedatangannya, Conte tidak ditargetkan untuk scudetto. Dia hanya dibebani target kembali ke papan atas dan memperebutkan tiket ke Liga Champions. Tapi Conte mampu berbuat lebih. I Bianconeri diantarkannya merebut scudetto musim 2011-12.
Ada hal jitu yang dilakukan Conte ketika itu. Pertama, dia melakukan disiplin yang ketat kepada semua pemain. Dalam perkembangannya, disiplin itu bukan hanya manjur untuk tim. Tapi bagi sang pemain pun, memberikan keuntungan sepadan.
Jurus lain yang dilakukan Conte ada pada pembenahan mental pemain. Berbekal pemahamannya sebagai eks pemain Juventus, sosok yang kini menjadi pelatih timnas Italia sanggup mengembalikan lo spiroto bianconero. Yakni sikap bangga dan mau bekerja total saat mengenakan kostum I Bianconeri. Â
Khusus untuk lakon yang satu ini, Conte bisa berperan sebagai motivator ulung. Hal itu bisa disimak kegemarannya usai latihan tim. Tak jarang dia 'berkhotbah' di hadapan pemain dengan gaya bicaranya yang meledak-ledak.
Memang tak mudah bagi Allegri. Dia harus mengubah perangai kalemnya menjadi sosok yang lihai berkoar-koar di depan Gianluigi Buffon dkk. Tapi, tak ada salahnya untuk mencoba atau dia justru sudah menyiapkan jurus lain yang bisa menaikkan level mental para pemain.
Selamat mencoba, Allegri. Mumpung kompetisi masih menyisakan 32 pekan.
Hanif Marjuni
Pemerhati Sepak Bola
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/997570/original/064547100_1442919207-hanif1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1315946/original/086417600_1471000601-Juventus-Logos.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260724/original/073509600_1781647690-PRANCIS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482261/original/017449400_1769169646-Timnas_Yordania-Kelme.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260719/original/004737300_1781644637-000_B7BY7EB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258833/original/075986400_1670866002-000_3339699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261701/original/046985700_1781754821-000_B7GK8PT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290686/original/071046700_1782151905-000_B7WZ2B3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476739/original/020268400_1768797148-000_936U7UQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528235/original/004088600_1773266418-AP26070778852262.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5512454/original/075632800_1771976151-000_98TX3EL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5245445/original/074229000_1749358999-AP25155757707952.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5100165/original/061932800_1737240294-AP25018677674644.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553820/original/047251000_1776049903-Bayern_s_Leon_Goretzka__right__and_FC_St._Pauli_Andreas_Hountondji.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4592019/original/023544600_1695945149-000_33VE2J8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5397504/original/060087200_1761810409-Juventus__Dusan_Vlahovic.jpg)