Blatter "Ngeyel": Piala Dunia 2022 di Musim Dingin

Untuk menghindarkan pemain terpanggang mentari, Piala Dunia 2022 Qatar digeser ke musim dingin. Kalender kompetisi dunia bakal kacau.

Diterbitkan 22 Oktober 2014, 18:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ya, tidak semua pemain bayaran memang diliburkan klub setiap musim dingin tiba. Klub-klub Premier League, misalnya, justru terus menggenjot tenaga pemainnya di kompetisi domestik pada Desember-Januari lantaran kejuaraan di Inggris tidak mengenal winter break sebagai bentuk masa istirahat pemain di pertengahan musim kompetisi.

Keputuan Blatter itu juga akan mempengaruhi kalender sepak bola antarklub di Asia dan Afrika yang justru mencapai babak penentuan di setiap akhir tahun. Ketika ada gangguan dalam kegiatan musiman di level klub, imbasnya durasi musim kompetisi di periode 2022/23 itu harus dipangkas agar tidak mempengaruhi jadwal liga pada season berikutnya.

Uniknya, Blatter bergeming dengan menyebut bahwa kompetisi antarnegara harus diprioritaskan karena kompetisi antarklub lahir dengan tujuan awal untuk menggembleng pemain yang diproyeksikan akan tampil di timnas. Nah!  

p>Baca juga:

Pukul Pemain Arema, Ruben Sanadi Mengaku Diprovokasi

Reaksi Pemain Persipura Setelah Jacksen Mundur Sebagai Pelatih

Demi El Clasico, Barcelona Simpan Pemain Inti

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
DarojatunTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan