Tujuh Fakta Kegagalan Spanyol di Piala Dunia 2014

Kekalahan atas The Red One (sebutan Chile) membuat Spanyol menelan kekalahan kedua di babak penyisihan grup Piala Dunia.

Diterbitkan 19 Juni 2014, 10:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Rio de Janeiro: Spanyol mengubur mimpinya menjuarai Piala Dunia untuk kali kedua di Estadio do Maracana. Tim besutan Vicente del Bosque itu menelan kekalahan kedua di Grup B dan Chile dengan skor 0-2, Kamis (19/6/2014).

Kekalahan atas The Red One (sebutan Chile) membuat Spanyol menelan kekalahan kedua di babak penyisihan grup Piala Dunia. Lima hari lalu, Spanyol kalah telak dari Belanda dengan skor 1-5.

Dengan demikian, sang juara bertahan pun angkat kaki lebih awal. Berikut data dan fakta menariknya:

1. Kalah Berturut-turut

1. Spanyol untuk kali pertama sepanjang sejarah di Piala Dunia menelan kekalahan di dua laga berturut-turut pada babak penyisihan.

2. Sejak tahun 2006, ini merupakan kekalahan kedua Spanyol di ajang internasional secara dua kali berturut-turut.

3. Spanyol mengikuti jejak Brasil tahun 1966, Prancis tahun 2002, dan Italia tahun 2010. Juara Piala Dunia yang gagal lolos ke babak 16 besar.

2. Faktor Diego Costa


4. Penyerang naturalisasi Spanyol, Diego Costa yang digadang-gadang sebagai kandidat top skor Piala Dunia 2014 malah gagal mencetak gol. Dia hanya bisa melepaskan lima tendangan ke gawang lawan.

5. Dari tiga kejuaraan bergengsi, yakni Euro 2008, 2012 dan Piala Dunia 2010, Spanyol hanya kebobolan enam gol. Tapi di Piala Dunia 2014, mereka malah kebobolan tujuh gol.


3. Rekor Terburuk


6. Dalam sejarahnya, Spanyol mencatatkan hal paling buruk di Piala Dunia 2014. Mereka kebobolan tujuh gol dalam dua laga pembuka Piala Dunia.

7. Dipertandingan melawan Chile, Spanyol melepaskan 16 tendangan dengan empat diantaranya mengarah langsung ke gawang lawan. Tapi tak ada yang bisa merobek gawang Chile.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Hasil MotoGP Inggris 2026: Jorge Martin Rebut Pole, Aprilia Kuasai Baris Terdepan

Cakrayuri Nuralam, Arry AnggadhaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan