Bulog Serentak Sidak Mitra Rumah Pangan, Antisipasi Oknum Nakal Oplos Beras SPHP

Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menuturkan, pengecekan Mitra Rumah Pangan Kita (RPK) dilakukan seluruh Indonesia.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 11:29 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani memulai pengecekan serentak mitra Rumah Pangan Kita (RPK) di seluruh Indonesia. Pengecekan dilakukan sekaligus mengantisipasi adanya pelanggaran penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Pengecekan mitra Bulog serentak ini dilakukan sebagai tindak lanjut temuan ratusan ton beras SPHP dioplos dan dikemas ulang. Rizal langsung meminta pimpinan wilayah dan cabang di daerah terjun langsung.

"Seluruh Indonesia juga melakukan hal yang sama, pengecekan RPK-RPK ini. Supaya tidak ada yang nakal-nakal lagi," ujar Rizal dalam perjalanan mengecek RPK di wilayah Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Dia mengungkapkan, tindakan cepat langsung diambil usai ditemukan kasus pengoplosan beras SPHP di Jakarta Timur. Bulog langsung membentuk satuan tugas (Satgas) khusus dan menelusuri RPK di berbagai wilayah. Utamanya memastikan kesesuaian izin dan pengadaan beras SPHP.

"Oleh karena itu kami melakukan tindakan ini, berhitung mulai hari ini seluruh jajaran Bulog melaksanakan operasi, mengecek seluruh RPK-RPK yang pesanannya melebihi kuantum," ucap Rizal.

Jumlah yang dimaksud Rizal merujuk pada aturan pembelian beras SPHP melalui aplikasi Klik SPHP. Maksimal mitra RPK bisa membeli sebanyak 4 ton.

"Satu RPK itu kan maksimal 2-4 ton. Nah kalau 1 minggu itu bisa 3-4 kali pesan itu kan ada indikasi melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Ini sekarang sedang didalami oleh teman-teman di lapangan, seluruh jajaran dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote dilakukan hal yang sama untuk mencegah terjadinya upaya-upaya penyalahgunaan beras-beras pemerintah," kelas dia.

Rizal juga meminta masyarakat aktif untuk melaporkan dugaan pelanggaran penjualan beras SPHP. "Apabila ada oknum-oknum internal Bulog yang melakukan pelanggaran, jangan segan-segan lapor ke Bulog," tegas dia.

 

Bulog Putus Mitra RPK

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani memastikan mitra Rumah Pangan Kita (RPK) yang kedapatan mengoplos beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) diputus mitra. Pelaku juga diproses hukum oleh aparat penegak hukum (APH).

Rizal mengungkapkan sanksi itu diberikan usai temuan 600 ton beras SPHP dioplos dan dikemas ulang dengan label premium serta merek berbeda. Dia menegaskan pelaku merupakan wiraswasta yang membeli beras SPHP dari Bulog.

"Oknum tersebut dengan otomatis sesuai dengan perjanjian di RPK, apabila melanggar dan lain sebagainya, yang bersangkutan pasti diproses hukum oleh yang berwajib, yang kedua diberhentikan izin RPK-nya," ungkap Rizal di kawasan Kalibata, Jakarta, dikutip Jumat (30/10/2026).

 

Terindikasi Tidak Wajar

Dia menyebut, oknum berinisial RH tercatat sudah menjadi mitra RPK Bulog sejak 27 Agustus 2026. Dia pun melihat indikasi tidak wajar dalam pembelian beras SPHP oleh RPK yang dimiliki pelaku.

Rizal mengatakan, setiap pembelian melalui aplikasi resmi Klik SPHP, mitra RPK bisa memboyong maksimal 4 ton per pembelian. Jumlah itu disebut mampu bertahan untuk satu pekan. Namun, ditemukan RPK yang mengoplos beras SPHP memesan 8 ton dalam dua hari.

"Kemarin sedang didalami oleh Pak Kapolres, karena indikasinya dia ada pesan dua kali, dalam dua hari berturut-turut dia pesan dua kali dengan kuantum 4 ton," jelasnya.

 

Beras SPHP Dikemas Ulang

Sebelumnya, Direktur Utama Perum BulogAhmad Rizal Ramdhani mengungkapkan modus dugaan pengemasan ulang (repacking) dan pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dilakukan oknum Rumah Pangan Kita (RPK) di Jakarta Timur. Pelaku diduga memesan beras SPHP melalui jalur resmi sebelum mengemas ulang beras tersebut ke dalam kemasan 50 kilogram.

“Menindaklanjuti informasi yang disampaikan Bapak Menteri Pertanian selaku Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), kami dari Perum Bulog bersama Pak Kapolres Jakarta Timur menerima informasi mengenai penangkapan oknum yang melakukan repacking beras SPHP Bulog menjadi kemasan 50 kilogram,” kata Rizal melansir Antara di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Rizal menjelaskan, dugaan praktik tersebut terungkap setelah Bulog bersama kepolisian menelusuri distribusi beras SPHP di wilayah Jakarta Timur. Penelusuran itu dilakukan menyusul informasi penangkapan oknum yang diduga mengemas ulang beras SPHP di kawasan Matraman.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6