Prabowo Segera Resmikan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia menuturkan, bakal ada tiga pabrik baterai mobil di Indonesia.

Diterbitkan 29 Oktober 2026, 21:31 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia mengungkap peresmian satu lagi pabrik baterai kendaraan listrik tinggal menghitung hari. Peresmian yang akan dilakukan itu menandai operasional tiga pabrik baterai mobil listrik.

Bahlil mengatakan, Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik atas kerja sama Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), serta PT Indonesia Battery Corporation (IBC). Pabrik ini sudah lebih dahulu dilakukan groundbreaking beberapa waktu lalu.

"Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi. Dengan demikian, maka sudah ada tiga pabrik baterai mobil kita yang ada di Indonesia," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Dia merinci tiga pabrik tersebut. Pertama, pabrik baterai kendaraan listrik milik Hyundai melalui PT HLI Green Power di Karawang, Jawa Barat dengan kapasitas 10 GWh. Kedua, pabrik di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera dengan kererlibatan investasi dari perusahaan China.

"Yang ketiga CATL kerja sama dengan Antam yang akan diresmikan oleh Bapak Presiden. Nah, ini artinya apa? Ekosistem baterai mobil kita ini betul-betul sudah terintegrasi antara mining, smelter, HPAL, prekursor, katoda, sampai battery cell," jelas dia.

"Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi, ya," imbuh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini.

 

Tunggu Jadwal Presiden

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan dua proyek besar pabrik bateraikendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia telah selesai dibangun. Saat ini, pemerintah hanya menunggu jadwal Presiden untuk meresmikan fasilitas yang dibangun oleh konsorsium LG dan CATL tersebut.

Bahlil mengatakan keberadaan dua pabrik tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia terus memperkuat hilirisasi mineral melalui pembangunan ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Pabriknya sudah siap dan jadi. Kita tinggal menyesuaikan jadwal Bapak Presiden untuk peresmian. Sudah ada dua ekosistem pabrik baterai besar yang dibangun, yaitu konsorsium LG dan CATL. Ini bukti hilirisasi ekosistem baterai dibangun utuh di Indonesia," kata Bahlil di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Selain mengungkap perkembangan proyek tersebut, Bahlil juga menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam pengembangan industri baterai nasional. Menurutnya, Indonesia akan tetap mengoptimalkan baterai berbasis Nickel Manganese Cobalt (NMC) karena didukung cadangan nikel yang melimpah.

 

Bahan Baku Melimpah

Ia menjelaskan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) umumnya digunakan untuk kendaraan dengan jarak tempuh pendek. Sementara itu, baterai NMC memiliki performa dan daya jelajah yang lebih baik untuk kendaraan jarak jauh.

"Karena kita memiliki bahan baku nikel yang melimpah, fokus utama ekosistem kendaraan listrik kita adalah mengoptimalkan baterai berbasis nikel (NMC). Ke depan, regulasi dan insentif akan terus disesuaikan untuk mendukung penyerapan industri dalam negeri," ujar Bahlil.

Pemerintah berharap beroperasinya dua ekosistem pabrik baterai tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri kendaraan listrik dunia. Selain meningkatkan nilai tambah komoditas nikel melalui hilirisasi, proyek ini juga diharapkan menarik investasi lanjutan serta memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik nasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6