Pramono Siapkan Bank Jakarta Buka Cabang Luar Negeri

Pemprov DKI siapkan PT Bank Jakarta (Perseroda) buka cabang luar negeri. Modal dasar diusulkan naik jadi Rp 26 triliun.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan PT Bank Jakarta (Perseroda) yang sebelumnya bernama PT Bank DKI untuk mengepakkan sayap hingga ke luar negeri.

Rencana ekspansi ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat pengajuan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perseroan Terbatas Bank Jakarta dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Kamis (1/10/2026).

"Dari sisi kelembagaan, tempat kedudukan Bank Jakarta tetap berada di Jakarta, dengan kewenangan membuka kantor layanan di dalam maupun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Pramono.

Selain membuka peluang ekspansi global, Pemprov DKI turut mengusulkan lonjakan modal dasar Bank Jakarta secara signifikan, dari semula Rp 11,5 triliun menjadi Rp 26 triliun, dengan modal disetor sebesar Rp 6,578 triliun. 

Pramono menjelaskan, perubahan nama dari PT Bank DKI menjadi PT Bank Jakarta (Perseroda) diikuti dengan penyesuaian bentuk badan hukum menjadi perseroan daerah.

"Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan kapasitas, dilakukan perubahan nama PT Bank DKI menjadi Bank Jakarta serta penyesuaian bentuk badan hukum menjadi Perseroan Terbatas Perseroda, sehingga menjadi PT Bank Jakarta (Perseroda)," terangnya.

Langkah ini diambil untuk memenuhi ketentuan regulasi sekaligus memperkuat identitas bank BUMD yang sudah beroperasi sejak 1 April 1961 tersebut.

Melalui penguatan modal dan perubahan struktur ini, Bank Jakarta diharapkan bisa memperluas penyaluran kredit, mengembangkan bisnis inti, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta secara berkelanjutan.

Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Perkuat Inklusi Keuangan

Sebelumnya, Bank Jakarta menyiapkan empat strategi utama untuk memperkuat inklusi keuangan di Ibu Kota sekaligus memperluas perannya dalam mendukung pembangunan Jakarta.

Ada pun langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Jakarta untuk tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penghimpun dana dan penyalur kredit, tetapi juga sebagai penghubung berbagai elemen dalam ekosistem ekonomi perkotaan.

Direktur Utama (Dirut) Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo mengatakan tantangan Jakarta saat ini tidak lagi terletak pada ketersediaan infrastruktur maupun teknologi, melainkan pada keterhubungan antarpemangku kepentingan yang masih perlu diperkuat. 

"Jakarta tidak kekurangan gedung, jalan, maupun teknologi. Yang masih perlu diperkuat adalah keterhubungan antara warga dengan layanan, UMKM dengan pasar, investor dengan peluang, serta pemerintah dengan masyarakat," ujar Agus di Jakarta, dikutip Minggu (7/6/2026).

Ia menyebut, untuk menjawab tantangan tersebut, Bank Jakarta menyiapkan sejumlah strategi. Pertama, berupa perluasan inklusi keuangan agar seluruh warga Jakarta dapat mengakses layanan keuangan formal secara mudah, aman, dan berbasis digital.

Strategi Selanjutnya

Agus mengakui masih terdapat sebagian masyarakat yang belum terhubung dengan sistem keuangan formal sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih luas dan inklusif.

Strategi kedua difokuskan pada penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Agus, dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui pembiayaan, tetapi juga harus mencakup akses pasar, digitalisasi usaha, hingga penguatan rantai pasok.

"UMKM tidak hanya membutuhkan pinjaman, tetapi juga membutuhkan kesempatan untuk berkembang dan masuk ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih besar," terang dia.

Selain itu, lanjut Agus, Bank Jakarta juga mendorong perluasan akses pembiayaan perumahan melalui program housing inclusion.

Dia menilai kepemilikan rumah yang terjangkau masih menjadi tantangan bagi generasi muda di Jakarta sehingga perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan kota.

"Akses pembiayaan rumah harus menjadi bagian dari strategi kota karena banyak anak muda yang kesulitan menjangkau harga rumah di Jakarta," kata Agus.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6