Harga Minyak Tembus US$ 108, Airlangga Optimistis Target Ekonomi Tak Berubah

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan lonjakan harga minyak dunia masih sesuai asumsi APBN, sehingga target pertumbuhan ekonomi tidak berubah.

Diterbitkan 29 September 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan lonjakan harga minyak mentah dan pelemahan nilai tukar rupiah masih berada dalam batas ruang asumsi APBN. Oleh karena itu, kondisi ini belum mengubah target pertumbuhan ekonomi pemerintah.

Airlangga menyebut harga rata-rata minyak mentah pada tahun ini berada di kisaran US$ 90 per barel. Level tersebut dinilai masih selaras dengan perhitungan yang digunakan pemerintah dalam rancangan APBN.

"Kalau kita lihat di tahun ini harga masih sekitar US$ 90 dan ini masih masuk ke dalam perkiraan dari APBN," ujar Airlangga dalam Seminar Nasional Green Economy 2045 di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Sengketa Selat Hormuz Tekan Rupiah

Seperti diketahui, gejolak ekonomi global kembali menekan pergerakan nilai tukar rupiah. Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus angka US$ 108 per barel—dampak belum ditemukannya kesepakatan pembukaan Selat Hormuz—menjadi pemicu utama meningkatnya kekhawatiran inflasi global.

Sentimen tersebut memicu spekulasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan memperketat kebijakan moneternya. Imbasnya, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun melesat ke level 5,23 persen—rekor tertinggi sejak 2007.

Kondisi ini memicu fenomena kaburnya modal asing (capital outflow) dari negara-negara berkembang. Dari dalam negeri, tingginya kebutuhan valuta asing bagi para importir di akhir triwulan III turut memperberat tekanan terhadap rupiah.

 

Langkah Antisipasi Bank Indonesia

Merespons tekanan global yang kian dinamis, Bank Indonesia (BI) memperketat langkah intervensi guna memelihara stabilitas mata uang Garuda.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menegaskan bank sentral terus mengawal pergerakan pasar keuangan agar rupiah tetap mencerminkan kondisi fundamentalnya.

"Bank Indonesia terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamentalnya," kata Erwin dalam keterangan resminya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6