Usia Jadi Penghalang, Pencari Kerja di Job Fair Ini Ungkap Sulitnya Dapat Kerja

Keterbatasan usia, perekrut yang hanya memberi harapan, sampai kebijakan nyeleneh jadi kesulitan utama pelamar kerja.

Diterbitkan 23 September 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mulai dari keterbatasan usia, hilangnya kabar perekrut, hingga kebijakan menjadi penghalang beberapa orang di Job Fair Jakarta Barat 2026 untuk memiliki gaji tetap. Contohnya, Nathanael (37) belum memiliki pekerjaan tetap sejak 2020. Dia mengakui sudah tak terhitung berapa kali dia mengikuti job fair serupa.

Selama ini, Nathanael menghidupi dirinya dengan melakukan pekerjaan lepas, seperti menjadi penerjemah.

"Freelance paling, translate,” ujar Nathanael, Rabu (23/9/2026).

Nathanael sempat memiliki pekerjaan tetap di bidang konstruksi, tetapi keluar dari pekerjaan tersebut lantaran merajalelanya COVID-19.

"Waktu itu ikut ke perusahaan-perusahaan konstruksi,” ujar dia.

Nathanael membeberkan lamaran kerja sejauh ini di berbagai perusahaan selalu berujung tanpa kabar. Dia mengatakan kemungkinan terjadinya hal itu adalah karena usianya.

“Cuma kayaknya tidak pernah ada kabar begitu. Mungkin gara-gara kepentok umur juga,” ucap Nathanael.

Hal ini ikut digaungkan oleh pelamar lain, yakni Wahyu (39), yang sudah mencari pekerjaan sejak tiga tahun lalu. Dirinya mencari pekerjaan lantaran pekerjaan kontrak yang dijalaninya sedang tidak kondusif. Dia membeberkan persyaratan yang kurang relevan, penempatan kerja yang jauh, hingga perekrut yang hilang kabar menjadi penghambat utamanya.

"Aku seleksi ada yang enggak lulus, ada yang lulus begitu. Kendalanya itu untuk ditempatkannya jauh. Terus usia juga begitu," tutur Wahyu.

Dia membeberkan kisahnya yang melamar tetapi kerap kali tertahan pada tahap terakhir perekrutan.

"Selama ini yang kitanya berharap (lalu) sudah ngelamar tapi belum ada panggilan," ujar dia.

"Tahap satu, tahap dua lulus, tapi tahap tiga tidak ada kabarnya lagi," ia menambahkan.

Wahyu juga menekankan, masih banyak perusahaan yang menetapkan batasan usia dan mengharuskan pelamar berpenampilan menarik, meskipun hal tersebut sudah dilarang oleh Kemnaker.

"Kalau bisa ngikutin pemerintah yang Kemnaker itu menghapus good looking, menghapus (batas) usia,” dia menegaskan.

Lamaran Mid hingga Senior Level Sulit Diterima

Sementara itu, Misbah (35) sudah menjalani pekerjaan serabutan, menebar jala, hingga bekerja sebagai ojek online selama dua tahun belakangan. Sebelumnya, dia bekerja sebagai kepala produksi di perusahaan percetakan. Dia menganggap mencari pekerjaan sebagai pekerja level mid dan senior tergolong sulit.

"Ya mungkin banyak yang dicarinya lebih yang ke fresh graduate, non pengalaman. Jadi kalau yang untuk mid dan senior agak-agak sulit,” Misbah menjelaskan saat ditemui Liputan6.com.

Dia membeberkan pekerjaannya saat ini, yaitu sebagai ojek online tidak dapat diharapkan sebagai mata pencaharian utamanya.

"Karena yang paling possible, projek online. Tapi ya enggak bisa diharapkan juga,” tutur dia.

Bertemu Teman Baru

Perjalanannya diakuinya tidak mudah, dan penuh dengan duka yang semua orang sudah kenal dekat. Namun, dia membeberkan prosesnya mencari kerja juga membawa kebahagiaan baginya.

"Cuma sukanya mungkin karena saya seneng ketemu orang baru. Akhirnya sharing pengalaman. Ada beberapa malah yang jadi teman saling koneksi,” ucap Misbah.

Dia berharap dirinya dapat mendapat pekerjaan dan menjelaskan dirinya tidak muluk-muluk dalam mencari pekerjaan, asalkan bisa membawanya ke kehidupan yang lebih baik.

"Ya apapun jenis pekerjaannya yang enggak sesuai dengan keilmuan yang saya miliki, penting kerja dulu deh. Karena kalau untuk sampingan, ojek online, enggak bisa terlalu diharapkan, ya harapannya bisa diterima kerja dengan cepat,” kata Misbah.

Antusiasme Job Fair Jakarta Barat 2026

Berdasarkan pernyataan Ketua Panitia Jakarta Barat Job Fair 2026, Septian Thahir, terdapat tiga sistem dalam job fair kali ini. Ini termasuk virtual, job fair offline yang dilaksanakan dua hari, hingga walk-in interview di empat kecamatan. Dia membeberkan kecamatan yang termasuk dalam daftar ini.

“Pertama kecamatan Kembangan, kecamatan Palmerah, kecamatan Tambora, dan khusus untuk Cengkareng karena berdekatan, kita ada di Kelurahan 1. Besok teman-teman yang ikut disini bisa ikut juga di walk-in interview,” tutur Septian.

Septian juga membeberkan jumlah perusahaan yang berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan ini.

"Kalau untuk total perusahaan yang online itu ada 48, dan juga kalau yang di offline ada 42. Nanti yang walk-in interview di kecamatan ada 16,” ujar dia.

Salah satu perusahaan yang berpartisipasi, PT Teleperformance Indonesia mencari sebanyak 500 kandidat untuk mengisi posisi lowongan kerjanya.

“Untuk yang di Jakarta ini, kita lagi nyari sekitar 500-an orang untuk di posisi customer expert di Bahasa Inggris,” ujar Irgi (23), perwakilan PT Teleperformance Indonesia.

 

Lowongan bagi Penyandang Disabilitas

Perwakilan PT Datascrip, Rafi (24) mengatakan masyarakat cukup antusias untuk mengikuti job fair kali ini.

"Beberapa menanyakan terkait perusahaannya bagaimana, sekarang posisinya yang dibuka apa saja. Ada juga beberapa kandidat yang memang ada kecocokan dengan lowongan yang sedang dicari. Jadi cukup antusias untuk para kandidat atau pelamar ini mencari pekerjaan dari yang kita lihat,” tutur Rafi.

Irgi juga menyatakan, antusiasme sangat besar, terutama karena keterbukaan terhadap penyandang disabilitas.

"Kalau antusiasme sangat besar. Yang daftar juga banyak bangat, apalagi kita buka untuk yang disabilitas ya, jadi lumayan banyak yang datang,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6