Penjualan Semen Indonesia Tembus 18,27 Juta Ton di Semester I 2026

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membukukan volume penjualan 18,27 juta ton pada semester I 2026, ditopang penguatan pasar mikro dan segmen ritel.

Diterbitkan 28 Juli 2026, 08:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan volume penjualan sebesar 18,27 juta ton pada semester I 2026. Angka ini tumbuh 5,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 17,3 juta ton.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam memperkuat pengelolaan pemasaran dan memperluas jangkauan pasar.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, kinerja positif tersebut didorong oleh transformasi bisnis yang berfokus pada penguatan pengelolaan pasar mikro, serta optimalisasi distribusi untuk menjaga ketersediaan produk di berbagai wilayah. Langkah tersebut juga sejalan dengan komitmen transformasi BUMN yang didorong Kementerian BUMN dan Danantara.

“Kinerja penjualan yang positif merupakan bukti konsistensi SIG menjalankan transformasi, khususnya dalam penguatan pengelolaan pasar mikro. Pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen BP BUMN dan Danantara sehingga transformasi BUMN membuahkan hasil nyata dan menciptakan nilai untuk memberikan manfaat bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Vita di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

 

Penjualan Ritel Jadi Penopang

SIG menyatakan penjualan ritel tetap menjadi penopang utama bisnis perusahaan dengan kontribusi sekitar 70 persen terhadap total pendapatan. Perseroan terus memperkuat segmen tersebut untuk menjaga pertumbuhan penjualan di tengah ketatnya persaingan industri semen nasional.

Sebagai bagian dari strategi ekspansi, SIG akan memfokuskan pengembangan pasar di wilayah Jawa Barat. Langkah ini diambil lantaran permintaan semen di Jawa Barat pada semester I 2026 tercatat meningkat 7,5 persen secara tahunan, sehingga dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang sangat kuat.

“Penguatan pasar mikro di berbagai wilayah penjualan merupakan langkah strategis SIG untuk memenangkan persaingan dan menjadi motor penggerak pertumbuhan kinerja berkelanjutan, serta semakin mengukuhkan posisi SIG sebagai market leader di Indonesia,” ujar Vita Mahreyni.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6