Liputan6.com, Jakarta - Survei Emas Mingguan Kitco terbaru menunjukkan analis di wall street pesimistis terhadap prospek harga emas dalam jangka pendek. Sedangkan di kalangan investor dan pelaku pasar terpecah dan ragu-ragu setelah logam mulia menguji level support US$ 4.000.
Mengutip Kitco, ditulis Senin, (20/7/2026), pekan lalu, 14 analis berpartisipasi dalam Survei Emas Kitco News. Hal ini ditunjukkan dengan sentimen wall street berubah menjadi bearish atau turun setelah emas gagal menguat di tengah serangkaian data ekonomi positif.
Hanya satu analis, atau 7% yang memprediksi harga emas naik pekan ini. Sedangkan 11 analis lainnya yang mewakili 79% dari total memprediksi penurunan harga. Dua analis lainnya atau 14%, memprediksi logam mulia akan mendatar pekan ini.
Advertisement
Sementara itu, 169 suara diberikan dalam jajak pendapat daring kitco. Investor ritel cenderung sedikit lebih pesimistis setelah pekan yang buruk bagi harga emas. 68 pedagang ritel, atau 40% memprediksi harga emas naik pekan ini. Sedangkan 61% lainnya atau 36% memprediksi logam mulia ini akan turun. 40 investor yang mewakili 24% dari total, memperkirakan akan konsolidasi
Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day menuturkan, harga emas tidak berubah. Bahkan harga emas akan berfluktuaktif dalam kisaran tertentu.
“Kita kemungkinan besar tidak akan melihat terobosan ke atas sampai sentimen jelas berubah menjadi tidak menaikkan suku bunga the Federal Reserve. Sementara itu, tampaknya ada pembelian yang solid dari bank sentral pada level ini yang mendukung harga,” kata Adrian.
Sentimen Geopolitik Membayangi Harga Emas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
Sementara itu, Presiden dan COO of Asset Strategies International, Rick Checkan memprediksi, harga emas naik. Ia menuturkan, harga emas telah menguji level support di US$ 4.000 beberapa kali selama beberapa bulan terakhir.
“Level tersebut harus bertahan. Saya percaya itu akan terjadi lagi. Kita melihat minat beli yang diperbarui pada level itu secara teratur,” kata dia.
Ia menuturkan, pasar mungkin belum siap untuk pergerakan naik yang berkelanjutan, tetapi dari level support ini, harga emas lebih tinggi.
Di sisi lain, Head of Currency Strategy Investinglive, Adam Button menuturkan, harga emas akan negatif. “Penurunan harga saham teknologi semakin cepat, dan ada risiko yang semakin besar hal itu dapat menelan semuanya dan menyebabkan gerakan jual semua secara luas,” kata dia.
Di sisi lain, Head of FX and Commodity Research Commerzbank, Thu Lan Nguyen mengatakan, dalam jangka pendek, potensi kenaikan harga emas akan tetap terbatas. “Dengan eskalasi konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung dan risiko lonjakan tajam harga energi yang diakibatkannya, ekspektasi kenaikan suku bunga akan berlanjut untuk beberapa waktu,” kata dia.
Advertisement
Harga Emas Berpotensi Turun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
Analis FxPro, Alex Kuptsikevich menuturkan, harga emas akan turun pekan ini. Pada pekan lalu, ia menuturkan, kenaikan harga emas tipis, melanjutkan tren penurunan yang menjadi sangat jelas pada Mei, tetapi sebenarnya dimulai dengan puncak yang terlihat pada akhir Januari.
“Faktor kunci sekarang adalah pelarian dari ekuitas, yang melemah permintaan aset berisiko. Kombinasi inflasi yang relatif rendah (Consumer Price Index, Producer Price Index) dan angka penjualan ritel yang sangat mengesakan, meskipun tidak mendorong haragpan kenaikan suku bunga the Fed, tetapi meredam minat di antara mereka yang mencari alternatif di luar AS,” kata dia.
Ia menambahkan, di sisi lain, koreksi berulang di bawah US$ 4.000 belum menghasilkan kapitulisasi skala penuh. “Di wilayah inilah pembelian meningkat pesat pada November lalu, membalikkan koreksi dan memulai tahap akhir reli di atas US$ 5.500. Kita juga harus bersiap untuk permintaan yang cukup besar dari pembeli emas saat harga turun menuju angka bulat kunci ini,” kata dia.
Rilis Data Ekonomi Pekan Ini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
Ia memprediksi, koreksi harga emas lebih lanjut menuju US$ 3.300 pada September, meski pemulihan jangka pendek. “Risiko yang dapat mempercepat penurunan harga adalah meningkatnya kekecewaan terhadap pengembalian dari perusahaan-perusahaan terkait AI dan meningkatnya pasokan saham dan obligasi mereka di pasar,” ia menambahkan.
Adapun pekan ini akan relatif sepi sehingga pasar berpotensi lebih sensitif terhadap berita utama dan perkembangan geopolitik.
Pada Kamis pekan ini Bank Sentral Eropa akan menyampaikan keputusan kebijakan moneternya, diikuti konferensi pers Presiden Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) Christine Lagarde.
Pasar memprediksi bank sentral Eropa akan mempertahankan kebijakan moneternya. Selain itu, pasar juga akan hadapi data klaim pengangguran mingguan. Pada Jumat, pelaku pasar akan mengamati S&P Global Flash PMI Juli, diikuti data penjualan rumah baru pada Juni.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302208/original/030738800_1784536511-Screenshot_2026-07-20_150334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507012/original/063330600_1771481312-baznas_ramadan_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013694/original/080364800_1651632347-000_329D9VK.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301617/original/065063300_1784505165-ar1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301608/original/075036800_1784503489-TORRES_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301667/original/044600200_1784511418-messi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258400/original/000932100_1781342638-063_2281325777.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301814/original/084260800_1784520494-simeone.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163925/original/080587200_1742089761-madrid_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293816/original/090553700_1783751992-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302437/original/062865000_1784549461-Argentina_s_Lionel_Messi__10__takes_a_corner_watched_by_Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302430/original/022838000_1784547974-FIFA_President_Gianni_Infantino__left__and_President_Donald_J._Trump__center__congratulate_Spain_s_Pau_Cubars__.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302353/original/019992900_1784542330-000_C2LP6JB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)