Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah melemah pada Rabu 24 Juni 2026 pagi. Kurs rupiah melemah 72 poin atau 0,40 persen menjadi 17.931 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.859 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan pelemahan rupiah dipicu kekhawatiran pasar atas tingkat suku bunga The Fed yang tinggi sepanjang tahun 2026.
“Rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah sentimen risk off global yang kuat oleh kekhawatiran tingkat suku bunga tinggi,” katanya dikutip dari Antara, Rabu (24/6/2026).
Advertisement
Mengutip Anadolu, The Fed diperkirakan akan mempertahankan sikap kebijakan yang ketat sepanjang 2026 dan tahun depan. Ekspektasi yang meningkat tentang pergeseran ke arah kebijakan moneter yang lebih ketat menyebabkan peningkatan risiko di pasar.
The Fed sendiri telah menaikkan proyeksi suku bunga dana federal pada akhir 2026 menjadi 3,8 persen dari sebelumnya 3,4 persen, serta menaikkan proyeksi 2027 menjadi 3,6 persen dari 3,1 persen. Sementara itu, estimasi suku bunga jangka panjang tetap dipertahankan pada level 3,1 persen.
Kendati demikian, lanjutnya, kabar baik datang dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang masih mempertahankan status emerging market (EM) pasar ekuitas Indonesia yang dapat mendukung rupiah.
“Dari laporan MSCI, pertimbangan utamanya adalah fundamental ekonomi yang kuat, likuiditas serta kapitalisasi pasar yang memadai, dan keberhasilan reformasi pasar modal oleh otoritas yang berhasil meyakinkan investor institusi,” ujar Lukman.
Kurs Dolar AS Kemarin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181749/original/007438500_1594892571-20200716-Rupiah-6.jpg)
Sebelumnya, nilai tukar rupiah lesu terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa, (23/6/2026). Analis menilai, tekanan rupiah itu didorong pelaku pasar masih mengamati kebijakan moneter AS.
Mengutip Antara, nilai tukar (kurs) terhadap dolar AS turun 16 poin atau 0,09% menjadi 17.859 per dolar AS dari sebelumnya 17.843 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level 17.868 per dolar AS dari sebelumnya 17.819 per dolar AS
Business and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa mengatakan, rupiah tertekan didorong pelaku pasar yang masih mencermati arah kebijakan moneter AS.
“Tekanan terhadap rupiah masih berasal dari penguatan dolar AS, meskipun pelemahannya diperkirakan tidak terlalu dalam karena sebagian sentimen global mulai menunjukkan perbaikan,” ujar Amru.
Di sisi lain, indeks dolar AS bertahan di sekitar level 101. Hal ini seiring harapan the Federal Reserve (the Fed) akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.
Advertisement
Prediksi Suku Bunga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282581/original/072799000_1672910732-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_1.jpg)
Sikap hawkish yang ditunjukkan ketua the Fed, Kevin Warsh dan prediksi suku bunga terbaru meningkatkan keyakinan pasar atas peluang kenaikan suku bunga masih terbuka dalam beberapa bulan ke depan.
Akan tetapi, penguatan dolar AS mulai tertahan. Hal ini karena muncul perkembangan positif dalam perundingan antara AS dan Iran yang membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dan tekanan inflasi global.
Dari sentimen dalam negeri, dampak positif datang dari rencana penerbitan Panda Bond yang memakai skema Local Currency Transaction (LCT).
“Langkah ini dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan mendukung stabilitas nilai tukar dalam jangka menengah. Meski demikian, tingginya kebutuhan valuta asing untuk kegiatan impor dna pembayaran kewajiban luar negeri masih menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan rupiah,” kata Amru.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/7029/original/065415200_1744906934-1000023100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7942892/original/090201900_1780778139-AP26157707967919.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369225/original/064000000_1759459826-adidas-trionda-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393442/original/070756800_1782273896-IMG-20260624-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4574324/original/025119000_1694607476-AP23256084001856.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579573/original/036335300_1778057265-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)