IHSG dan Rupiah Kompak Menguat, Pasar Respons Positif

Respons tersebut tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) setelah lelang SRBI pada 10 Juni 2026.

Diterbitkan 12 Juni 2026, 14:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sentimen positif terhadap perekonomian Indonesia kembali terlihat di pasar keuangan. Pada pembukaan perdagangan Jumat (12/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah sama-sama menguat, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

IHSG dibuka di zona hijau dengan kenaikan 81,33 poin atau 1,38 persen ke level 5.967 pada pukul 09.50 WIB. Penguatan tersebut menjadi sinyal bahwa pelaku pasar merespons positif berbagai perkembangan ekonomi dan kebijakan yang ditempuh pemerintah serta otoritas moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Di saat yang sama, rupiah juga menunjukkan kinerja yang lebih baik. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda berada di level Rp17.937 per dolar Amerika Serikat pada awal perdagangan Jumat pagi.

Posisi tersebut menguat 51 poin atau sekitar 0,29 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.988 per dolar AS.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan penguatan rupiah tidak terlepas dari respons positif investor terhadap bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia.

“Pasca kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, serta penguatan imbal hasil SRBI dan SBN, investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut,” ujar Ramdan, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, respons tersebut tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) setelah lelang SRBI pada 10 Juni 2026.

SBN Mulai Diminati

Selain itu, investor asing juga mulai kembali masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN), terutama pada tenor pendek dan menengah.

“Hal ini tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI pasca lelang SRBI pada 10 Juni 2026. Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah,” katanya.

Ramdan menambahkan, sejalan dengan perkembangan tersebut, nilai tukar rupiah terus menguat dan kembali berada di bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Kondisi ini menunjukkan meningkatnya keyakinan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia di tengah dinamika pasar keuangan global.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik serta menjaga daya tarik instrumen keuangan nasional untuk mendukung aliran masuk modal asing.

“Berbagai langkah stabilisasi nilai tukar, baik melalui intervensi di pasar offshore maupun domestik, juga akan terus dilakukan secara konsisten dan terukur,” tegas Ramdan.

Penguatan yang terjadi secara bersamaan pada pasar saham dan nilai tukar rupiah menjadi indikasi bahwa kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga.

Di tengah ketidakpastian global, kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • bakom