RI Impor 720 Ribu Sapi di 2014

Indonesia akan kembali melakukan importasi sapi bakalan dan sapi siap potong sebanyak 720 ribu ekor asal Australia pada 2014

Diterbitkan 20 Desember 2013, 20:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Indonesia diperkirakan kembali melakukan importasi sapi bakalan dan sapi siap potong sebanyak 720 ribu ekor asal Australia pada tahun 2014. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi nasional.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Bachrul Chairi mengatakan, jumlah tersebut sesuai dengan arahan dari sidang kabinet yang dilakukan di Bukit Tinggi beberapa waktu lalu.

"Kita di sini sudah membuat perencanaan indikatif dalam rangka penuhi kebutuhan dalam negeri, ini masih indikatif, bisa kurang atau nambah. Paling tidak kalau pemerintah sudah menghitung indikatif tadi, kita berharap dunia usaha menyesuaikan dengan itu," ujarnya di Gedung Kemendag, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2013).

Bachrul menjelaskan, untuk jenis sapi bakalan, Indonesia boleh impor tiap bulan dengan dibagi secara merata. Namun untuk sapi siap potong hanya boleh impor saat mendekati momen-momen besar. "Jadi 1-2 bulan sebelum bulan puasa, 1-2 bulan sebelum Idul Adha dan tahun baru. Hanya bulan-bulan itu saja dia boleh impor, plus Januari karena buat stok. Selain bulan-bulan itu enggak boleh impor," lanjutnya.

Dari jumlah 720 ribu tersebut, sekitar 70%-nya diperuntukan untuk sapi bakalan sedang sisanya untuk sapi siap potong. Alasannya, agar Indonesia tetap memiliki nilai tambah dari sapi dalam negeri.  "Hasil rakor (Rapat Koordinasi) hari Senin kemarin diputuskan bahwa kita juga akan buka impor sapi produktif yaitu sapi betina yang masih produktif. Namun di sini yang akan mengimpor akan ditentukan paling tidak dalam 24 bulan tidak boleh dipotong," jelasnya.

Bachrul mempersilahkan bagi pada pemilik peternakan dan rumah pemotongan hewan untuk melakukan importasi mulai awal tahun depan dan pada pertengahan tahun. Namun dia meminta para importir ini untuk menyiapkan segala kelengkapannya.

"Mereka harus siap dengan instalasinya, pengorganisasian makannya, sehingga akhir tahun ini kami harapkan maksimum 25% on top dari yang ada untuk sapi indukan," katanya.

Selain itu, dia juga mengungkapkan pada kuartal I 2014, Kemendag akan mengeluarkan izin impor sapi sekitar 125 ribu ekor, kuartal II 2014 sebanyak 141 ribu ekor, kuartal III 2014 sekitar 133 ribu ekor dan terakhir pada kuartal IV sebanyak 45 ribu ekor.

Sedang untuk sapi siap potong, pada kuartal I sebanyak 22.500 ekor, kuartal II 123.750 ekor, kuartal III sekitar 33.750 ekor dan kuartal IV sebanyak 45 ribu ekor.

"Ini adalah indikator yang bisa naik turun sesuai kondisi yang ada di lapangan," tandasnya. (Dny/Ndw)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6