Sukses

Libur Akhir Tahun, Penumpang Kereta Bertambah 13%

Mendekatnya libur Natal dan Tahun Baru 2013 bakal membuat sibuk para pengelola jasa transportasi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkirakan jumlah penumpang kereta pada libur akhir tahun ini bakal meningkat sekitar 13% dibanding hari normal.

Kepala Humas PT Kerata Api Indonesia (Persero) Sugeng Priyono mengatakan, kepadatan penumpang libur Natal dan Tahun Baru diperkirakan mulai terlihat pada 22-25 Desember 2013. Sementara penjualan tiket KAI untuk perjalanan pada 23-25 Desember 2013 sendiri telah mencapai 90%.

"Tiket masa angkutan Natal terhitung mulai 21 Desember 2013 hingga 5 Januari 2014. Posisi untuk kepadatan 22-25 Desember 2013, peak-nya disitu. Purna Natal dan tahun baru di 5 Januari, jumlah kepadatan naik 13%," ujarnya di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2013).

Sugeng menjelaskan, pada musim liburan akhir tahun ini, kepadatan penumpang banyak terjadi untuk kota tujuan seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya dan Malang. "Wilayah Surabaya dan Malang banyak tapi nggak sebanyak 3 tempat (Yogyakarta, Solo, Semarang) itu," lanjutnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan penumpang ini, KAI telah menyiapkan 18 rangkaian kereta tambahan yang memang ditujukan untuk momen-momen liburan panjang seperti akhir tahun.

Sementara untuk mengantisipasi munculnya masalah, terutama pada masa peralihan musim seperti saat ini, KAI juga melakukan penambahan petugas penjagaan dibeberapa wilayah yang rawan banjir dan longsor.

"Sekarang baru masuk peralihan musim, ada penjagaan pada daerah rawan longsor, banjir, dan bencana alam seperti ada juru penilik ekstra yang kami jalankan 1 hari siang dan dini hari. Tetap dijaga," katanya.

Menurut Sugeng, beberapa wilayah yang rawan bencana alam pada jalur kereta antara lain wilayah Semarang untuk rawan banjir serta wilayah Bandung dan Porong untuk rawan longsong.

Pada musim liburan kali ini pun, para petugas KAI dilarang mengambil cuti guna tetap menjaga pelayanan kereta.

"Nggak boleh cuti dalam rangka menunjang aktivitas masyarakat yang mobilitasnya tinggi. Cutinya ditunda, mereka haknya tetap dapat, tapi nggak boleh diambil tanggal 21 Desember 2013 hingga 5 Januari 2014. Semua harus standby," tandasnya.(Dny/Shd)