Harga Emas Anjlok di Bawah US$ 1.300 per Ounce

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Merchantile Exchange pada perdagangan Sabtu (9/11/2013) pagi ini anjlok ke bawah US$ 1.300 pe

Diterbitkan 09 November 2013, 10:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Merchantile Exchange pada perdagangan Sabtu (9/11/2013) pagi ini  anjlok ke bawah US$ 1.300 per ounce.

Dalam sepekan harga emas telah merosot 2% akibat dihantam kuatnya laporan data tenaga kerja AS selama Oktober, seperti mengutip Xinhua. Kontrak emas paling aktif untuk Desember jatuh US$ 23,9 atau 1,83% menjadi US$ 1.284,6 per ounce.

Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) melaporkan negaranya telah menambah 204 ribu lowongan pekerjaan pada Oktober, dua kali lipat lebih tinggi dari prediksi Wall Street.

Maklum, bulan lalu sejumlah operasional pemerintah mengalami penghentian sementara (shutdown AS) yang diprediksi dapat menekan angka penerimaan tenaga kerja baru.

Laporan tenaga kerja AS tentu saja jauh dari prediksi pasar. Menurut para analis pasar, kuatnya data produk domestik bruto (PDB) AS yang jauh diluar prediksi memperkuat anggapan bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan segera mengurangi dana stimulusnya akhir tahun ini. Langkah tersebut jelas akan menekan perdagangan emas.

Terlebih lagi, pada perdagangan yang sama, data mengenai konsumen yang menunjukkan penurunan tak berhasil mendongkrak naik harga emas.

Indeks sentimen konsumen di University of Michigan untuk November tercatat menembus level terendahnya selama hampir dua tahun berjumlah 72 poin. Sementara harga perak untuk pengiriman Desember anjlok US$ 34 sen atau 1,57% menjadi US$ 21,317 per ounce. (Sis/Nur)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6