Harga Emas Antam Melorot Tajam Hari Ini

Simak rincian harga emas Antam hari ini Rabu 20 Mei 2026.

Diterbitkan 20 Mei 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 20.000 pada perdagangan Rabu 20 Mei 2026, setelah naik Rp 25.000 pada perdagangan Selasa kemarin.

Mengutip laman logammulia.com, Rabu (20/5/2026), harga emas antam dipatok Rp 2.765.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas antam dibanderol Rp 2.789.000.

Harga buyback emas Antam juga naik dengan angka yang sama. Harga buyback emas Antam hari ini turun Rp 25.000 menjadi Rp 2.569.000 per gram. Untuk diketahui, harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.569.000 gram.

Sebagai informasi, harga emas antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam hari ini Rabu (20/5/2026) untuk pengambilan Gedung Antam:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.432.500
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.765.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.470.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 8.180.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 13.600.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 27.145.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 67.737.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 135.395.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 270.712.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 676.515.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.352.820.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.705.600.000.

Harga Emas Merosot Tertekan Keperkasaan Dolar AS

Harga emas dunia merosot 2% pada perdagangan Selasa. Keperkasaan mata uang dolar AS serta kekhawatiran inflasi yang berkepanjangan terus mendongkrak ekspektasi kenaikan suku bunga acuan dan melambungkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury).

Dikutip dari CNBC, Rabu (20/5/2026), harga emas di pasar spot, turun 2% ke level USD 4.474,40 per ons. Pada sesi awal perdagangan, harga logam mulia ini bahkan sempat menyentuh level terendahnya sejak akhir Maret lalu. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga ikut melemah 1,8% ke posisi USD 4.476,80.

Kenaikan Suku Bunga Global Jadi Beban Utama

Analis dari Marex, Edward Meir, menjelaskan bahwa pelemahan emas kali ini dipicu oleh pergerakan serentak suku bunga di berbagai belahan dunia.

“Kita sedang melihat kenaikan suku bunga riil di banyak negara di seluruh dunia, dan hal itulah yang paling membebani emas saat ini. Dolar AS yang semakin kuat juga memberikan dampak negatif,” ujar Edward Meir.

Imbal hasil obligasi 10-tahun AS saat ini bertengger di dekat level tertinggi dalam satu tahun terakhir, bersamaan dengan indeks dolar AS yang terus menguat. Kedua instrumen ini melesat seiring antisipasi investor terhadap potensi perubahan kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) yang cenderung lebih ketat (hawkish) demi meredam inflasi akibat lonjakan harga energi.

 

 

Efek Domino Lonjakan Harga Minyak Dunia

Tingginya imbal hasil obligasi secara otomatis meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang emas, mengingat komoditas ini tidak memberikan imbal hasil atau bunga. Di sisi lain, penguatan dolar AS membuat komoditas yang dihargai dengan mata uang tersebut menjadi jauh lebih mahal bagi para pemilik mata uang lainnya.

Di saat yang sama, harga minyak mentah jenis Brent masih bertahan di level tinggi. Kondisi ini kian memicu kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global akibat meroketnya biaya bahan bakar.

Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, Ole Hansen, memberikan catatan terkait prospek emas jangka pendek:

“Meskipun alasan struktural untuk berinvestasi pada emas sebagian besar tetap utuh, perkembangan makroekonomi jangka pendek telah menciptakan latar belakang yang lebih menantang bagi pergerakan harga,” tulis Ole Hansen.

“Begitu tekanan langsung terkait sektor energi mulai mereda, permintaan dari bank sentral mungkin akan muncul kembali sebagai penggerak utama pasar,” tambahnya.Kini, perhatian para investor global tertuju pada rilis notulen rapat kebijakan (minutes of meeting) The Fed yang dijadwalkan keluar pada hari Rabu, guna membaca arah kebijakan moneter AS ke depan.

Pergerakan Logam Mulia LainnyaKejatuhan harga emas juga menyeret komoditas logam berharga lainnya pada sesi perdagangan yang sama:

Sementara itu, harga perak ikut anjlok 5,7% ke level USD 73,25 per ons. Harga platinum merosot 2,8% ke posisi USD 1.923,55 per ons dan harga palladium jatuh 3,3% ke angka USD 1.371,25 per ons.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6