Uji Coba CNG 3 Kg Pengganti LPG Subsidi Dijalankan di Dua Negara

Bahlil Lahadalia menyebut CNG 3 kg tengah diuji coba sebagai pengganti LPG subsidi dengan dukungan pasokan gas domestik melimpah.

Diterbitkan 19 Mei 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pemerintah tengah melakukan uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kilogram (kg) sebagai alternatif pengganti LPG subsidi. Pengujian tersebut dilakukan di dua lokasi, yakni China dan Indonesia.

Langkah ini dilakukan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, khususnya LPG yang selama ini masih banyak didatangkan dari luar negeri. Pemerintah pun masih terus mengkaji efektivitas penggunaan CNG untuk kebutuhan rumah tangga.

"Ada dua (lokasi uji coba). Satu, karena pabriknya itu ada di China dan yang kedua adalah kita akan melakukan di Indonesia," kata Bahlil dikutip dari Antara, Selasa (19/5/2026).

Bahlil menjelaskan, teknologi CNG sebenarnya bukan hal baru. Selama ini, CNG telah digunakan di sejumlah sektor seperti perhotelan, restoran, hingga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, penggunaan CNG saat ini masih terbatas untuk tabung berukuran besar dengan kapasitas di atas 10 kilogram hingga 20 kilogram. Karena itu, pemerintah kini mencoba mengembangkan tabung CNG ukuran kecil setara LPG 3 kilogram agar bisa digunakan masyarakat secara lebih luas.

Menurut Bahlil, tantangan utama dalam pengembangan CNG 3 kilogram berada pada aspek teknis, terutama terkait tekanan gas yang jauh lebih tinggi dibanding LPG biasa.

 

Tantangan Tekanan Tinggi

Bahlil menyebut tekanan gas pada tabung CNG bisa mencapai 200 hingga 250 bar sehingga perlu dilakukan pengujian menyeluruh sebelum nantinya digunakan masyarakat.

"3 kilogram ini daya tekanannya kan besar. Jadi ini harus dicek dulu, kalau sudah lolos uji, baru bisa kita (informasikan)," ujarnya.

Ia menambahkan, proses uji coba masih membutuhkan waktu agar hasilnya benar-benar sesuai dengan standar keamanan dan kebutuhan penggunaan rumah tangga.

Di sisi lain, pemerintah melihat CNG memiliki potensi besar karena seluruh bahan bakunya tersedia di dalam negeri. Indonesia dinilai memiliki cadangan gas alam melimpah yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi impor LPG.

Pemerintah bahkan baru menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.

Selain pengembangan teknologi, pemerintah juga tengah mengkaji skema subsidi untuk penggunaan CNG. Opsi pemberian subsidi masih terbuka, namun mekanisme hingga besaran volume subsidi masih dibahas lebih lanjut oleh pemerintah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6