Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Fuad Rahmany memastikan penerimaan negara tak terpengaruh dengan kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah sejak beberapa bulan terakhir.
"Jangan langsung terkait ke pelemahan rupiah. Karena kalau penerimaan pajak bukan dipengaruhi pelemahan rupiah," ujar dia di Jakarta, seperti ditulis Selasa (31/7/2013).
Lesunya kurs rupiah terhadap dolar AS, menurut Fuad, merupakan dampak dari defisit neraca pembayaran. Sedangkan penerimaan pajak berkaitan langsung kegiatan ekspor. Misalnya yang selama ini menjadi tumpuan penerimaan negara di sektor pertambangan, dan lainnya.
"Kalau kegiatan ekspor perusahaan turun, otomatis penerimaan turun karena pajak yang biasa kami dapat dari perusahaan itu ikut menyusut. Jadi tidak langsung ke rupiah, rupiah hanya outcome saja. Pajak lebih dari proses hulu, sedangkan rupiah di hilir," jelas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ditjen Pajak melaporkan realisasi penerimaan pajak pada periode enam bulan pertama di 2013 masih jauh dari target hanya mencapai Rp 411,39 triliun atau 41,3% dari target penerimaan pajak Rp 995,2 triliun.
Pencapaian ini kurang dari target sebesar 45% di semester I-2013 ini. Fuad mengatakan, rendahnya pencapaian penerimaan pajak di periode Januari-Juni 2013 tersebut merupakan siklus tahunan, di mana biasanya akan meningkat di 6 bulan terakhir.
"Sebenarnya capaian penerimaan pajak 42% tidak terlalu buruk meski masih jauh dari yang diharapkan. Sebenarnya kami menargetkan realisasi pajak 45%, lalu di semester II berkontribusi 55%," ujar dia.(Fik/Nur)
"Jangan langsung terkait ke pelemahan rupiah. Karena kalau penerimaan pajak bukan dipengaruhi pelemahan rupiah," ujar dia di Jakarta, seperti ditulis Selasa (31/7/2013).
Lesunya kurs rupiah terhadap dolar AS, menurut Fuad, merupakan dampak dari defisit neraca pembayaran. Sedangkan penerimaan pajak berkaitan langsung kegiatan ekspor. Misalnya yang selama ini menjadi tumpuan penerimaan negara di sektor pertambangan, dan lainnya.
"Kalau kegiatan ekspor perusahaan turun, otomatis penerimaan turun karena pajak yang biasa kami dapat dari perusahaan itu ikut menyusut. Jadi tidak langsung ke rupiah, rupiah hanya outcome saja. Pajak lebih dari proses hulu, sedangkan rupiah di hilir," jelas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ditjen Pajak melaporkan realisasi penerimaan pajak pada periode enam bulan pertama di 2013 masih jauh dari target hanya mencapai Rp 411,39 triliun atau 41,3% dari target penerimaan pajak Rp 995,2 triliun.
Pencapaian ini kurang dari target sebesar 45% di semester I-2013 ini. Fuad mengatakan, rendahnya pencapaian penerimaan pajak di periode Januari-Juni 2013 tersebut merupakan siklus tahunan, di mana biasanya akan meningkat di 6 bulan terakhir.
"Sebenarnya capaian penerimaan pajak 42% tidak terlalu buruk meski masih jauh dari yang diharapkan. Sebenarnya kami menargetkan realisasi pajak 45%, lalu di semester II berkontribusi 55%," ujar dia.(Fik/Nur)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302730/original/042892700_1784605254-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-21T103804.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302208/original/030738800_1784536511-Screenshot_2026-07-20_150334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507012/original/063330600_1771481312-baznas_ramadan_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5021/original/4000-perusahaan-mangkir-bayar-pajak-130412b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301730/original/072758800_1784514690-scaloni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301628/original/002576500_1784505654-ar7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301814/original/084260800_1784520494-simeone.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301640/original/047977900_1784506281-messi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301617/original/065063300_1784505165-ar1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301608/original/075036800_1784503489-TORRES_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301667/original/044600200_1784511418-messi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258400/original/000932100_1781342638-063_2281325777.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163925/original/080587200_1742089761-madrid_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782221/original/018080000_1782880046-Direktur_Jenderal_Pajak_Kementerian_Keuangan_Bimo_Wijayanto-1_Juli_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8150218/original/000732000_1781003580-DJP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782218/original/071957600_1782880002-Direktur_Jenderal_Pajak_Kementerian_Keuangan_Bimo_Wijayanto-1_Juli_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/804918/original/013227900_1422934136-Ilustrasi-Pajak-150203-2-andri.jpg)